TIMES JATENG, REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang (Pemkab Rembang), Jawa Tengah memastikan upaya pemeliharaan dan penanganan infrastruktur jalan terus berjalan meski di tengah tingginya intensitas hujan.
Pemkab saat ini fokus melakukan koordinasi lintas instansi untuk menangani kerusakan jalan, terutama pada ruas kabupaten dan jalan nasional Pantura yang terdampak cuaca ekstrem.
Untuk ruas jalan kabupaten, pemerintah memprioritaskan metode tambal sulam (patching) pada titik-titik jalan berlubang. Langkah darurat ini diambil sebagai upaya cepat guna menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat yang melintasi jalur-jalur rawan kecelakaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran rutin sebesar Rp10 miliar untuk pemeliharaan jalan kabupaten. Dana tersebut akan digunakan secara responsif untuk memperbaiki kerusakan yang dinilai membahayakan bagi pengguna jalan.
“Penanganan dilakukan segera dengan berbagai skema yang telah disiapkan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Rembang serta komitmen untuk mewujudkan kondisi jalan yang lebih baik,” ujar Fahrudin saat memberikan keterangan pada Selasa (20/1/2026).
Fahrudin menegaskan, jika anggaran rutin tidak mencukupi untuk menangani kerusakan yang bersifat mendesak, Pemkab Rembang siap mengambil solusi pendanaan alternatif. Salah satunya adalah melalui pemanfaatan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) demi kepentingan keselamatan perjalanan masyarakat.
Mengenai kerusakan di jalur nasional Pantura, khususnya segmen Kaliori hingga Sarang, Fahrudin menjelaskan bahwa wewenang perbaikan berada di tangan pemerintah pusat.
Meski begitu, Pemkab Rembang tetap berperan aktif memantau kondisi lapangan dan melaporkan kerusakan akibat beban kendaraan yang tinggi dan curah hujan.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Rembang akan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera menyampaikan laporan resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Laporan ini bertujuan agar jalur-jalur strategis yang rusak dapat segera mendapatkan penanganan permanen dari pemerintah pusat.
Selama menunggu perbaikan permanen, Fahrudin menyebut faktor cuaca tetap menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan teknis. Untuk meminimalkan risiko kecelakaan dalam waktu dekat, lubang-lubang jalan yang dalam akan ditutup menggunakan material sederhana sebagai bentuk antisipasi dini.
Penanganan melalui anggaran rutin akan langsung dieksekusi tanpa harus menunggu proses tender yang memakan waktu lama. Hal ini diharapkan mampu merespons keluhan masyarakat dengan lebih cepat dibandingkan mekanisme proyek besar yang memerlukan tahapan pemilihan rekanan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Pemkab Rembang Alokasikan Rp10 Miliar untuk Tambal Sulam Jalan Rusak Akibat Hujan
| Pewarta | : Ezra Vandika |
| Editor | : Ronny Wicaksono |