TIMES JATENG, KUDUS – Sudah lebih dari satu pekan banjir melanda Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, namun hingga kini genangan air belum juga surut.
Ketinggian air yang masih bertahan di kisaran satu meter menyebabkan aktivitas warga lumpuh total dan memaksa sebagian besar penduduk meninggalkan rumah mereka.
Kondisi geografis wilayah yang berada di cekungan ditengarai menjadi penyebab utama air sulit keluar dari pemukiman.
Menurut penuturan warga setempat, Naimah (48), meski intensitas air mulai menunjukkan tren menurun, akses jalan utama di kampungnya masih terputus karena genangan yang cukup dalam.

Ia menyebut musibah ini merupakan siklus tahunan, namun kali ini dampaknya terasa lebih parah.
Situasi serupa dialami Sumiyati (50), yang rumahnya sempat terendam air setinggi 80 sentimeter.
Walaupun saat ini air di dalam rumahnya telah berkurang menjadi 50 sentimeter, ia dan keluarganya memilih untuk tetap mengungsi ke rumah kerabat yang posisinya lebih tinggi dan aman dari jangkauan banjir.
Untuk menyiasati akses jalan yang terendam, warga kini bergantung sepenuhnya pada perahu kayu dan rakit bambu seadanya sebagai sarana transportasi.
Alat angkut darurat ini digunakan warga untuk keluar kampung guna berbelanja kebutuhan pokok atau keperluan mendesak lainnya di tengah keterbatasan ruang gerak.
Terkait ketersediaan logistik, warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka sejauh ini masih mampu memenuhi kebutuhan dapur.
Hal ini berkat stok bahan makanan yang telah disiapkan secara mandiri serta adanya distribusi bantuan makanan siap saji yang rutin datang dari pihak desa maupun para dermawan.
Warga Desa Payaman kini hanya bisa berharap adanya solusi permanen dari pemerintah serta cuaca yang membaik agar banjir segera surut.
Harapan utama mereka adalah dapat segera kembali ke rumah masing-masing dan memulai aktivitas normal tanpa harus terus-menerus terjebak dalam kepungan air. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Sepekan Lebih Terendam Banjir, Warga Dukuh Karanganyar Kudus Impikan Aktivitas Normal Lagi
| Pewarta | : Ezra Vandika |
| Editor | : Ronny Wicaksono |