https://jateng.times.co.id/
Berita

Ini Penyebab Jembatan Gantung Penghubung Desa Purwanegara dan Kincang Banjarnegara Ditutup

Senin, 02 Februari 2026 - 21:56
Seling Utama Putus, Jembatan Gantung Purwanegara-Kincang Banjarnegara Ditutup Total Kondisi jembatan gantung penghubung Desa Purwanegara dan Kacang Kecamatan Rakit, Banjarnegara.(FOTO: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)

TIMES JATENG, BANJARNEGARA – Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Purwanegara dan Desa Kincang di Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, terpaksa ditutup total. Kondisi infrastruktur tersebut kini miring dan dinilai sangat membahayakan keselamatan warga.

Pantauan TIMES Indonesia di lapangan, Senin (2/2/2026), jembatan yang dibangun pada tahun 2017 itu miring akibat putusnya kabel seling utama pada salah satu ujung jembatan. Seling yang seharusnya berfungsi sebagai penguat dan tertanam pada beton paku bumi tersebut tampak tergeletak di tanah. Sebagai peringatan, warga mengaitkan sisa seling ke tembok pintu masuk.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak desa bersama petugas telah memasang garis polisi (police line). Penutupan akses dilakukan mulai dari Dusun Brubahan, Desa Purwanegara, atau sekitar 1 kilometer sebelum titik jembatan.

Kepala Desa Purwanegara, Dr. Rendra Sabita Noris, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa seling utama tersebut patah saat wilayahnya diguyur hujan deras disertai angin kencang empat hari lalu.

"Sejak saat itulah dilakukan penutupan jalan, karena dikhawatirkan ambruk. Kondisinya sudah miring," ujar Rendra.

Jalur Vital Perekonomian dan Pendidikan

Rendra-Sabita-Noris.jpg

Rendra menekankan bahwa jembatan ini merupakan jalur vital bagi warga di Kecamatan Rakit dan Purwanegara. Akses ini menjadi tumpuan utama untuk kegiatan ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga akses pendidikan. Terlebih, ruas jalan dari Pasar Purwanegara hingga jembatan tersebut merupakan jalan kabupaten.

Pihak desa pun telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen sebagai skala prioritas dalam Musrenbang tingkat desa hingga kecamatan.

"Kami sudah mengajukan permohonan kepada Pemkab agar dibangun jembatan permanen. Saat ini kami menunggu tindak lanjut dari pemerintah kabupaten," imbuhnya.

Senada dengan Rendra, Kepala Desa Kincang, Nasirun, berharap pembangunan jembatan permanen segera terealisasi. Menurutnya, jembatan ini adalah nadi ekonomi bagi pembudidaya ikan dan petani, serta jalur utama siswa menuju SMA Negeri Purwanegara.

"Jembatan ini bukan sekadar jalan tembus, tapi jalan sosial dan pendidikan bagi anak sekolah," kata Nasirun.

Terpisah, informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen penghubung dua kecamatan ini kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Warga Masih Nekat Melintas

jembatan-gantung-penghubung-Desa-Purwanegara-a.jpg

Meski sudah dilarang, sejumlah warga dilaporkan masih nekat melintasi jembatan dengan berjalan kaki. Di lokasi, tampak seorang pria paruh baya sempat berdoa sebelum melintas karena kondisi jembatan yang sangat tidak stabil.

Seorang penjaga di ujung jembatan terus mengawasi setiap pejalan kaki yang lewat untuk mengantisipasi guncangan yang berisiko menjatuhkan warga. Saat ini, kendaraan bermotor maupun sepeda ontel sudah dilarang keras melintas.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atau pembangunan permanen agar roda perekonomian, terutama bagi para pembudidaya ikan di wilayah Kecamatan Rakit, kembali normal. (*)

Pewarta : Muchlas Hamidi
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jateng just now

Welcome to TIMES Jateng

TIMES Jateng is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.