TIMES JATENG, SUKOHARJO – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa kepala sekolah kini menempati posisi strategis negara dalam menentukan arah mutu pendidikan dan masa depan Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Fajar saat menjadi pembicara dalam Seminar Pendidikan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Solo Raya di Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri ratusan kepala sekolah dari Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.
Menurut Fajar, penguatan kepemimpinan kepala sekolah merupakan bagian penting dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Ia menekankan bahwa peran kepala sekolah tidak lagi sebatas pengelola administrasi.
“Kepala sekolah adalah pemimpin pembelajaran. Mereka menentukan arah mutu sekolah dan masa depan murid,” ujar Fajar.
Ia menjelaskan, melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah telah menetapkan kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan dengan kompetensi kepribadian, profesional, sosial, dan kewirausahaan.
Sementara itu, pengisian jabatan kepala sekolah diatur melalui Keputusan Mendikdasmen Nomor 129/P/2025 yang berbasis sistem merit dan data.
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah daerah diwajibkan memetakan kebutuhan kepala sekolah berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan mengelolanya melalui Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK).
Sistem ini berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta, guna menjamin perencanaan dan distribusi kepala sekolah yang akuntabel secara nasional.
Selain aspek rekrutmen, Fajar juga menyoroti perubahan pola penyiapan calon kepala sekolah.
Para calon diwajibkan mengikuti seleksi berbasis studi kasus nyata serta pelatihan selama 110 jam. Pelatihan tersebut mengombinasikan pembelajaran mandiri, praktik lapangan, pendampingan oleh kepala sekolah mentor, serta penyusunan Proyek Transformasi Sekolah.
Pendekatan ini, menurut Fajar, dirancang agar kepala sekolah mampu memimpin perubahan pembelajaran di sekolah, termasuk peningkatan literasi dan numerasi, penguatan karakter, hingga penerapan pembelajaran mendalam seperti koding dan kecerdasan artifisial.
“Sekolah adaptif tidak lahir dari gedung atau teknologi semata, tetapi dari kepala sekolah yang berani memimpin perubahan,” tegasnya.
Selain menghadiri seminar pendidikan, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq juga melakukan kunjungan ke SD Kristen Danukusuman Surakarta dan SMAN 1 Kartasura. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di masing-masing sekolah.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan harus dilakukan secara optimal dan merata.
“Sebagaimana pesan Bapak Presiden, digitalisasi pendidikan harus menjangkau seluruh sekolah agar pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” ujarnya di hadapan guru dan murid.
Fajar juga menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait distribusi IFP ke sekolah-sekolah. Menurutnya, jumlah perangkat tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.
“Jika pada tahun 2025 sekolah mendapatkan satu unit, pada 2026 akan ditambah agar pemanfaatannya lebih maksimal,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Fajar mengapresiasi deklarasi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan para kepala PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Solo Raya. Deklarasi tersebut memuat ungkapan terima kasih kepada pemerintah, komitmen mendukung penuh pelaksanaan program, serta harapan agar MBG berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045.
Salah satu pernyataan deklarasi tersebut menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan di wilayah Solo Raya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Wamendikdasmen Fajar Riza: Kepala Sekolah Jadi Penentu Arah Mutu Pendidikan Nasional
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |