TIMES JATENG, BLORA – Laga Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang dan Persikaba berubah menjadi momen mencekam setelah sebuah pelanggaran keras terjadi di menit ke-70, yang membuat seorang pemain Persikaba harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada menit ke-70. Kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq, melakukan aksi berbahaya dengan melayangkan tendangan kung fu tepat ke arah dada gelandang Persikaba, Rizal Dimas Agesta.
Benturan keras itu membuat Rizal Dimas langsung terjatuh dan terkapar di atas lapangan.
Kondisi korban cukup mengkhawatirkan. Rizal Dimas harus segera dievakuasi dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Informasi sementara menyebutkan, pemain Persikaba tersebut mengalami cedera cukup serius di bagian dada akibat insiden itu.
Manajer Persikaba, Muhammad Imfron, mengecam keras tindakan yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang. Ia menilai pelanggaran tersebut sama sekali tidak mencerminkan semangat fair play dalam sepak bola.
“Ini bukan lagi pelanggaran biasa. Kami minta Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengusut tuntas kejadian ini dan memberikan sanksi berat kepada pihak PSIR Rembang,” tegas Imfron.
Ia menambahkan, tindakan keras di dalam lapangan tidak bisa ditoleransi karena menyangkut keselamatan pemain.
Imfron berharap Komdis PSSI dapat bertindak tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan sportivitas kompetisi tetap terjaga.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PSIR Rembang maupun perangkat pertandingan terkait insiden tersebut. Kondisi terkini Rizal Dimas Agesta masih dalam pemantauan dan penanganan tim medis. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Insiden Tendangan Brutal Liga 4 Jateng, Manajer Persikaba Blora Desak Komdis PSSI Bertindak
| Pewarta | : Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301] |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |