Gerak Bersama Lawan Tuberkulosis , Polres Tegal dan Nakes Temukan Lonjakan Kasus Lokal
Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 17 Juni 2026, jumlah temuan kasus TB Paru di Kabupaten Tegal mencapai 2.350 kasus dari target 5.935 kasus.
TEGAL – Di balik seragam yang identik dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, para Bhabinkamtibmas di Kabupaten Tegal kini turut mengambil peran dalam perjuangan melawan Tuberkulosis (TB).
Bersama tenaga kesehatan, mereka hadir hingga ke pelosok desa untuk memberikan edukasi, mendampingi warga, membantu menemukan kasus-kasus TB yang selama ini belum juga terdeteksi.
Kolaborasi Polres Tegal dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan pada tahun 2026
Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 17 Juni 2026, jumlah temuan kasus TB Paru di Kabupaten Tegal mencapai 2.350 kasus dari target 5.935 kasus. Angka itu meningkat sebanyak 240 kasus dibandingkan data per 3 Juni 2026 yang tercatat 2.110 kasus.
Bagi sebagian masyarakat, meningkatnya jumlah temuan kasus Tuberkulosis mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, bagi para pejuang kesehatan, angka tersebut justru menjadi pertanda baik.
Semakin banyak penderita yang ditemukan, semakin cepat pula mereka dapat memperoleh pengobatan dan memutus rantai penularan di lingkungan sekitarnya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edi Sucipto, menilai peningkatan temuan kasus tersebut merupakan buah dari kerja sama lintas sektor yang berjalan efektif.
Menurutnya, dukungan Polres Tegal melalui para Bhabinkamtibmas telah membantu petugas kesehatan menjangkau masyarakat lebih luas, terutama di tingkat desa dan lingkungan yang selama ini sulit disentuh program kesehatan secara optimal.
Kehadiran Bhabinkamtibmas Polres Tegal di tengah masyarakat memberikan nilai tambah tersendiri. Selain memiliki kedekatan dengan warga, mereka menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan.
Tidak sedikit warga yang awalnya enggan atau takut memeriksakan diri akhirnya bersedia menjalani pemeriksaan setelah mendapatkan penjelasan dan pendampingan secara langsung.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo mengatakan keterlibatan Polri di program penanggulangan TB merupakan bagian dari tanggung jawab sosial institusi untuk mendukung program pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kesehatan masyarakat memiliki hubungan erat dengan kualitas kehidupan dan produktivitas warga." terang Kapolres Tegal
Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Polres Tegal membantu tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai gejala TB, pentingnya pemeriksaan dini, hingga pendampingan terhadap warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit yang berpotensi menular.
Tuberkulosis sendiri masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit yang menyerang paru-paru ini dapat menular melalui percikan dahak ketika penderita batuk atau bersin. Karena itu, deteksi dini jadi kunci utama dalam pengendalian penyakit tersebut.
Di Kabupaten Tegal, semangat gotong royong menjadi modal penting dalam menjalankan program eliminasi TB. Selain tenaga kesehatan dan kepolisian, pemerintah desa, kader kesehatan, serta masyarakat juga turut berperan aktif dalam mendukung upaya tersebut.
Kolaborasi antara Polres Tegal dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menjadi bukti bahwa penanganan persoalan kesehatan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Ketika aparat keamanan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat berjalan bersama, harapan mewujudkan Kabupaten Tegal yang lebih sehat dan bebas Tuberkulosis bukanlah sekadar cita-cita, melainkan tujuan semakin dekat untuk dicapai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

