Kondisi salah satu embung di Desa Karangjati Kecamatan Susukan saat ini. (FOTO: Muchlas Hamidi/ TIMES Indonesia)

Mayoritas Embung di Susukan Banjarnegara Mangkrak

Dari total enam embung yang ada di wilayah Kecamatan Susukan, saat ini tercatat tinggal dua embung yang masih berfungsi cukup baik, salah satunya berada di Desa Kemranggon, Kecamatan Susukan.

TIMES Jateng,Selasa 23 Juni 2026, 18:26 WIB
30
M
Muchlas Hamidi

BanjarnegaraSejumlah embung atau tempat penampungan air di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, saat ini kondisinya memprihatinkan dan mangkrak. Embung yang seharusnya berfungsi menampung air untuk persediaan musim kemarau tersebut justru kering kerontang.

Tidak hanya kering, bangunan bernilai puluhan juta rupiah ini juga mengalami kerusakan di beberapa bagian karena tidak mendapatkan perawatan yang semestinya.

Berdasarkan pengamatan TIMES Indonesia di lapangan, sejumlah embung sebenarnya dibangun di kawasan pinggiran sungai. Namun, saat musim kemarau tiba, aliran sungai setempat turut mengering.

Hanya sebagian kecil embung yang terpantau masih mampu menampung air hingga saat ini. Menurut penuturan sejumlah warga, mayoritas embung tersebut bahkan hanya berfungsi beberapa bulan saja setelah diresmikan.

Dari total enam embung yang ada di wilayah Kecamatan Susukan, saat ini tercatat tinggal dua embung yang masih berfungsi cukup baik, salah satunya berada di Desa Kemranggon, Kecamatan Susukan.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Ady, membenarkan bahwa sebagian besar embung di Kecamatan Susukan sudah tidak berfungsi secara optimal.

"Embung tersebut rusak akibat kurangnya perawatan sehingga tidak mampu lagi menampung air," ujar Firman saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Rabu (24/6/2026).

Firman menilai, lokasi pembangunan embung sebenarnya sudah dekat dengan sumber air atau sungai. Namun, ketika kemarau melanda seperti saat ini, debit air sungai ikut mengering. "Padahal, fungsi utama embung adalah menampung air sebagai cadangan saat terjadi kekeringan," jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota DPRD Banjarnegara asal Kecamatan Susukan, Martoyo, S.Sos. Ia menyarankan agar infrastruktur penampung air yang mangkrak tersebut dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih produktif bagi masyarakat.

"Kemarin ada wacana dari warga untuk memanfaatkannya sebagai kolam perikanan. Kalau memang ada sumber airnya, saya kira itu jauh lebih baik daripada dibiarkan mangkrak," kata Martoyo.

Terkait wacana alih fungsi embung untuk sektor perikanan tersebut, baik pihak dinas maupun DPRD menyatakan dukungannya, dengan catatan ketersediaan sumber air di lokasi tetap memadai.

Sementara itu, informasi dari pihak Kecamatan Susukan menyebutkan, beberapa embung yang masih memiliki sumber air rencananya akan dimanfaatkan warga untuk budidaya kolam ikan dengan sistem bioflok. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.