Pj Sekda Banjarnegara Tekankan Kedisplinan ASN, Kenapa?
Pj Sekda Banjarnegara Tursiman tekankan disiplin ASN lewat apel pagi sebagai sarana koordinasi, ukuran kinerja, dan penentu TPP, demi layanan publik yang optimal jelang Idul Fitri.
BANJARNEGARA – Pj Sekda Banjarnegara Drs Tursiman SSos tekankan kedisiplinan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya kewajiban melaksanakan apel pagi.
Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjadi indikator utama dalam besaran tambahan penghasilan pegawai (TPP).
"Apel pagi merupakan instrumen penting untuk melatih kedisiplinan diri dan sarana koordinasi yang efektif di awal hari kerja," ujarnya saat memimpin Apel pagi, di halaman kantor Setda Senin (9/3/2026).
Apel Pagi Momentum Silaturahmi
Pj Sekda Banjarnegara menjelaskan bahwa apel pagi adalah momentum bagi sesama ASN untuk bersilaturahmi dan bertukar informasi penting.
Dengan berkumpulnya para pegawai, koordinasi pembagian tugas hingga pencarian solusi atas permasalahan yang dihadapi akan menjadi jauh lebih mudah.
"Kita berharap apel pagi adalah bentuk latihan disiplin kita. Dengan kehadiran teman-teman ASN, kita akan mudah melakukan koordinasi, membagi tugas, dan mencari pola pemecahan masalah yang harus ditangani segera," katanya.
Tursiman juga menekankan pentingnya efisiensi waktu, tidak hanya saat apel pagi, tetapi juga hingga jam pulang kerja. Ketepatan waktu dalam bekerja diyakini akan linear dengan kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah kaitan langsung antara kedisiplinan dengan besaran TPP. Tursiman menegaskan bahwa di Banjarnegara, TPP kini sangat bergantung pada kinerja dan tingkat disiplin pegawai.
"Tidak ada keharusan TPP diberikan 100 persen. Jika mereka disiplin dan kinerjanya baik, program selesai tepat waktu, insyaallah akan dibayar penuh. Namun, jika tidak disiplin dan program kegiatan tidak selesai, maka jumlah TPP yang diterima pada bulan tersebut akan dikurangi," tegasnya.
Kebijakan ini, lanjut Pj Sekda Banjarnegara, diperkuat melalui Peraturan Bupati (Perbub) yang akan segera diluncurkan untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan daerah selaras dengan dedikasi pegawai di lapangan.
Optimalisasi Pelayanan
Terkait optimalisasi pelayanan di tingkat desa hingga kabupaten imbuh Tursiman meminta agar setiap tingkatan pemerintahan mampu menyelesaikan persoalan di wilayahnya masing-masing.
Masalah di desa diharapkan tuntas di tangan Kepala Desa atau Lurah, begitu pula di tingkat kecamatan.
"Usahakan selesai di tempat masing-masing. Jika tingkat kabupaten, jelas kita akan koordinasikan dengan pimpinan (Bupati dan Wakil Bupati) serta bidang terkait. Kami akan terus mengevaluasi setiap kegiatan pelayanan, dan jika ada yang tidak tepat, segera kami koreksi," tambahnya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pj Sekda Banjarnegara mengingatkan agar para pegawai bisa lebih bijak dalam mengatur pengeluaran keuangan keluarga.
"Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Pengeluaran jangan lebih besar dari penghasilan. ASN harus menjadi contoh dalam mengelola ekonomi rumah tangga secara bijak, terutama menghadapi kebutuhan Lebaran," kata Pj Sekda Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




