Relokasi Korban Bencana Alam Tanah Bergerak di Pagentan Banjarnegara, Lahan Mulai Ditata
BPBD Banjarnegara menyatakan bahwa pembangunan rumah relokasi korban bencana alam tanah bergerak direncanakan akan dilakukan pada bulan ini.
BANJARNEGARA – Lahan relokasi korban terdampak bencana alam tanah bergerak di Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara mulai ditata atau dilakukan perataan dan pemetaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat berat milik BPBD dan DPKPLH Banjarnegara dikerahkan untuk melakukan penetrasi dan perataan tanah di tiga lokasi berbeda yakni Desa Karangnangka, Gumingsir dan Kalitlaga.
Informasi yang diterima TIMES Indonesia, di samping dilakukan perataan juga pemadatan, sehingga pada saatnya dibangun rumah, struktur tanah di kawasan tersebut lebih padat dan mapan.
Lokasi pertama dilakukan perataan, berada di Desa Karangnangka dengan luas tanah sekitar 3000 M2. Kemudian lokasi ke dua, Desa Gumingsir dan lokasi ke tiga di Desa Kalitlaga dengan luasan tanah sekitar sekitar 3000 M2.
Untuk luasan tanah kavling di Kaliglagah (Gumingsir) 80 M2 dengan luas bangunan rumah 6X6 meter, sedang untuk Karangnangka dan Kalitlaga luasan tanah sekitar 70 M2, dengan luas bangunan utamanya 4X6 meter.
Total jumlah rumah relokasi sebanyak 99 rumah. Rumah tersebut tersebar di Kaliglagah Desa Gumingsir 44 rumah, Karangnangka 26 dan Desa Kalitlaga 29 rumah.
Rumah Hunian Segera Dibangun
Kalaksa BPBD Banjarnegara Aji Piluroso melalui Jumat (24/7/2026) menyampaikan, pembangunan rumah relokasi korban bencana alam tanah bergerak direncanakan akan dilakukan pada bulan ini.
"InsyaAllah mulai Minggu depan pembangunan hunian dilaksanakan," ujarnya seraya menambahkan jika penyiapan lahan hunian tidak hanya bagi korban terdampak bencana alam di Kecamatan Pagentan tapi juga di Kecamatan Banjarmangu dan Pagedongan.
"Untuk Kecamatan Banjarmangu ada di Desa Sipedang, 8 rumah dan Pagedongan di Desa Duren, 7 rumah," jelasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Banjarnegara Raib Sekhudin, menambahkan, pembangun rumah di Dusun Kaliglagah Desa Gumingsir menggunakan anggaran provinsi.
Sedangkan untuk Desa Karangnangka dan Kalitlaga dengan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BPBD kata Raib, terus berkomunikasi dengan BNPB, setelah lahan siap, pembangunan runah akan terus dikerjakan. Untuk sementara warga Kaliglagah dan Karangnangka hidup di pengungsian dan nebeng di tempat saudaranya.
"Kami sangat bersyukur atas respon cepat dari BNPB dan Pemprov Jawa Tengah, sehingga kondisi warga terdampak saat ini, tampak lebih tenang," sambung Raib.
Perataan Tanah Rumah Hunian Dikebut
Terpisah Camat Pagentan Andri Sulistyo, menambahkan jika proses perataan tanah dikebut dan sudah berlangsung selama dua Minggu.
"Dua pekan ini, BPBD meratakan lahan di Karangnangka. Kami dan masyarakat bersinergi mempersiapkan lahan. Warga sangat antusias melakukan gotong royong membersihkan lahan," jelasnya.
Pihaknya, juga terus melakukan pendampingan di lapangan sehingga proses perataan tanah berlangsung lancar dan dapat dipercepat mengingat beberapa bulan ke depan musim penghujan.
Senada juga disampaikan Kades Karangnagka Suratman, ia berharap pembangunan rumah segera dilaksanakan sehingga warga yang tinggal di pengungsian cepat menempati rumah relokasi.
Untuk diketahui bencana tanah bergerak yang terjadi di Gumingsir dan Karangnangka terjadi pada Senin 5 Januari 2026 silam akibat curah hujan tinggi. Menyebabkan puluhan rumah penduduk rusak parah dan harus diungsikan.
Kemudian terjadi bencana susulan akibat hujan deras Rabu - Kamis (14-15/1/2026), tercatat 48 KK/165 jiwa diungsikan. Kejadian ini kali kedua setelah sebelumnya 5 Januari 2025, 35 rumah mengalami rusak berat dan ringan.
Dampak dari kejadian ini, tidak hanya rumah yang rusak, tapi fasilitas umum mengalami rusak berat ringan, bahkan kala itu, sejumlah ruas jalan amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

