Sudah Syukuran Tapi Pembangunan Belum Dimulai, Proyek Bendungan Clangap Banjarnegara Dipertanyakan
Warga berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan mengingat bendungan tersebut sangat vital bagi keberlangsungan pertanian padi di wilayah Banjarmangu dan sekitarnya.
BANJARNEGARA – Para petani di Kecamatan Banjarmangu dan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara mempertanyakan rencana pembangunan Bendungan Clangap senilai Rp46 miliar oleh pemerintah pusat yang sebelumnya dikabarkan akan dibangun tahun anggaran 2026.
Pasalnya warga bersama pemerintah Kabupaten Banjarnegara sudah menggelar syukuran dan kerja bakti massal memasang puluhan 'Dekem' keranjang terbuat dari bambu penahan erosi di sepanjang tanggul irigasi yang longsor akibat abrasi.
"Hingga saat ini belum ada kabar, kapan pembangunan bendungan akan dimulai," ujar Nurul Hilal Eko Prayitno, Kades Banjarmangu saat ditanya TIMES Indonesia di kantornya.
Ia berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan mengingat bendungan tersebut sangat vital bagi keberlangsungan pertanian padi di wilayah Banjarmangu dan sekitarnya.
Aliri Lebih dari 480 Hektare Sawah
Sebagai catatan, luas lahan pertanian sawah yang mengandalkan air dari irigasi Bendungan Clangap mencapai 480 hektar.
Lahan tersebut tersebar di wilayah Desa Banjarmangu, Jenggawur Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu serta Desa Gumingsir dan Linggasari Kecamatan Wanadadi.
Lahan tersebut hampir selama tiga tahun tidak dapat ditanami secara optimal sehingga para petani mengalami kerugian milyaran rupiah.
Hal ini juga dibenarkan oleh perangkat desa di Banjarkulon. Disampaikan, saat musim penghujan daerah tangkapan air irigasi darurat yang dibuat warga sering kebanjiran dan tertutup bebatuan Sungai Merawu.
Sehingga warga harus rutin kerja bakti membersihkan saluran tersebut untuk menormalisasi pasokan air. Tentu ini menjadi masalah yang terus berulang dan membutuhkan biaya tidak sedikit untuk melakukan pembenahan.
Sebaliknya saat kemarau seperti saat ini, pasokan air, lebih stabil karena daerah tangkapan air di atas bendungan aman.
Saat TIMES Indonesia turun ke lapangan, Minggu (2/8/2027), air Sungai Merawu tampak jernih mengalir deras melalui bendung dan saluran darurat yang dibuat warga dan bidang PSDA PUPR Banjarnegara diatas Bendungan Clangap yang hancur akibat banjir bandang.
Air kemudian dialirkan ke saluran irigasi yang kemudian distribusikan ke sawah di Kecamatan Banjarmangu dan Wanadadi.
TIMES Indonesia juga sempat bertemu tim dari BBWSSO Yogjakarta yang baru saja melakukan peninjauan dan pengambilan data - data lapangan.
Kepala Dinas Pertanian Banjarnegara Firman Sapta Adi maupun Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Banjarnegara, Suseno Adji Hartono, ST, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
"Selama musim penghujan, dinas PU Pengairan Banjarnegara menyiapkan alat berat untuk mengeruk batu dan lumpur yang menutupi saluran irigasi," kata Suseno.
Saat ditanyakan terkait rencana pembangunan Bendungan Clangap, keduanya menyampaikan masih menunggu kabar dari pemerintah pusat. "Sampai saat ini masih menunggu kabar dari kementerian. Karena pembangunan di beck up dana APBN," imbuhnya.
Sementara Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana saat ditanya TIMES Indonesia di sela acara pisah sambut Kapolres Banjarnegara di Pendapa Dipayuda, Kamis (30/7/2026) malam, menyampaikan harapan agar pembangunan Bendungan Clangap bisa dikerjakan tahun ini.
"InsyaAllah Bendungan Clangap akan dikerjakan tahun ini," kata Bupati Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

