TIMES JATENG, BANJARNEGARA – Kopi Wulung atau lebih dikenal Coffea Canephora Purpurascens atau Robusta Purpurascens adalah varian kopi langka yang mulai dikembangkan di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Jumlahnya memang masih terbatas. Tapi di Banjarnegara dan Purbalingga, kopi ini ternyata tumbuh subur. Edi Riyanto S.Pd.I, M.Pd, Kepala MI Ma'arif NU Karanggedang 2 Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, adalah salah satu yang mengembangkan tanaman kopi ini.
Edi yang juga owner Waroeng Teng Teng, Banjarnegara sudah beberapa tahun ini menanam dan mengembangkan Kopi Wulung.
Dia tertarik mengembangkan kopi ini karena istimewa dan unik. Istimewa karena kopi ini memiliki kandungan antosianin yang sangat tinggi dan baik untuk kesehatan.
Kandungan Antosianin Tinggi
Kopi ini baik untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah penuaan dini, melawan kanker, mengontrol diabetes tipe II, melindungi kesehatan mata, meningkatkan fungsi otak dan melindungi kulit dari radikal bebas.
Dan istimewanya, kopi ini memiliki keunikan hampir semuanya berwarna ungu dari akar, batang ranting, daun, bunga dan buah semua berwarna ungu.

Penampilan ini disebabkan oleh kandungan antosianin yang sangat banyak sehingga semua tumbuhannya berwarna ungu.
Kopi wulung memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dibanding kopi lainnya. Harga kopi wulung biji mencapai ratusan ribu rupiah perkilo, bahkan kopi bubuk bisa tembus Rp5 juta perkilonya.
Kopi wulung berasal dari mutasi genetik sehingga jumlahnya sangat terbatas dan sulit dikembangbiakkan. Kopi Wulung adalah sebutan dari Jawa karena memang warnanya yang eksentrik dan menarik.
Penampilan ini disebabkan oleh kandungan antosianin yang sangat banyak sehingga semua tumbuhannya berwarna ungu. Seperti yang terdapat pada buah anggur dan blueberry.
Tersedia Bibit Siap Tanam

Edi Riyanto saat bincang-bincang dengan TIMES Indonesia menyampaikan di samping mengembangkan untuk Waroeng Teng Teng, dia juga menyediakan bibit kopi wulung bagi petani atau pengusaha yang ingin membudidayakan kopi ini.
Harga bibit kata Edi kisaran Rp50-100 ribu ukuran 15 - 40 cm. Sedangkan untuk umur 7 bulan Rp500 ribu/pohon. "Saat ini kami ready sekitar 3.000 bibit kopi wulung ori dan sambung. Jika berminat bisa merapat ke Waroeng Teng Teng di Mandiraja Banjarnegara," jelasnya, Rabu (28/1/2026). (D)
| Pewarta | : Muchlas Hamidi |
| Editor | : Bambang H Irwanto |