Bidik Regenerasi Anak Muda, PKB Blora Batasi Usia Ketua PAC Maksimal 35 Tahun
PKB Blora melakukan penyegaran struktur hingga tingkat PAC dengan memberi ruang lebih besar kepada kader muda untuk tampil sebagai pemimpin melalui kegiatan taaruf pengurus baru.
BLORA – Regenerasi kepemimpinan mulai digencarkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora.
PKB Blora melakukan penyegaran struktur hingga tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dengan memberi ruang lebih besar kepada kader muda untuk tampil sebagai pemimpin.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan taaruf pengurus baru yang dirangkaikan dengan Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) bagi calon ketua DPAC PKB se-Kabupaten Blora.
Kegiatan berlangsung di Pondok Pesatren Darul Musthofa, Desa Talok, Kecamatan Ngawen, Blora.
Ketua DPC PKB Blora yang juga Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan UKK menjadi bagian dari mekanisme pembentukan kepengurusan baru di tingkat DPAC.
Dalam proses regenerasi tersebut, PKB menerapkan ketentuan batas usia maksimal 35 tahun bagi kader yang akan menjabat sebagai ketua PAC.
“Hari ini acara taaruf pengurus yang baru dirangkai dengan acara UKK, yaitu uji kelayakan dan kompetensi untuk ketua DPAC PKB se-Kabupaten Blora. Sesuai aturan, untuk ketua PAC PKB ini usianya maksimal 35 tahun,” ujarnya di lokasi kegiatan, Kamis (3/9/2026).
Menurut Arief, ketentuan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam struktur kepartaian.
“Jadi dibutuhkan penyegaran dan perubahan yang kita lakukan hari ini,” katanya.
Selain mendorong regenerasi internal, PKB Blora juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan dan sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Arief menyebut, sebagai partai yang memiliki sejarah kelahiran dari rahim NU, hubungan antara kedua organisasi tersebut harus terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Blora.
“Intinya kita bahwa PKB ini dilahirkan oleh NU. Yang utama adalah bagaimana nanti ke depan kita bersinergi antara NU dan PKB untuk menumbuhkan manfaat bagi Kabupaten Blora,” jelasnya.
Di tengah proses pembaruan kepengurusan, PKB Blora juga mulai menaruh perhatian serius terhadap kelompok pemilih muda.
Menurut Arief, perubahan demografi pemilih menunjukkan bahwa generasi muda akan menjadi kelompok yang semakin dominan dalam peta politik ke depan.
PKB, lanjut dia, ingin hadir sebagai partai yang mampu memahami sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan dan persoalan anak muda di Kabupaten Blora.
“Kita menyasar milenial dan demografi para pemilih ke depan rata-rata anak muda. Kita ingin menjadi partai yang peduli untuk anak-anak muda yang ada di Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap dunia politik untuk bergabung dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Arief berharap proses perekrutan kader muda tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah anggota partai.
Regenerasi tersebut, kata Arief, diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang memahami politik dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Bagaimana kita merekrut anak-anak muda yang peduli dengan politik dan bisa berkontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan taaruf pengurus baru dan UKK calon ketua DPAC tersebut turut dihadiri para ketua PAC serta jajaran pengurus PKB Kabupaten Blora. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

