Wamentan Sudaryono Kunjungi Pesantren di Magelang, Dorong Kolaborasi Pertanian Berbasis Santri
TIMES Jateng/Wamentan Sudaryono, saat berkunjung di Pondok Pesantren Darussalam, Watucongol. (FOTO: Dok. TMI for TIMES Indonesia)

Wamentan Sudaryono Kunjungi Pesantren di Magelang, Dorong Kolaborasi Pertanian Berbasis Santri

Dalam agenda silaturahmi Ramadan, Wamentan RI mengunjungi Ponpes API Tegalrejo dan Ponpes Darussalam Watucongol yang berada di kawasan Gunungpring, Muntilan.

TIMES Jateng,Senin 9 Maret 2026, 10:13 WIB
187
H
Hermanto

MAGELANGKunjungan Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan RI) Sudaryono ke sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Magelang pada Minggu (8/3/2026) menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara dunia pesantren dan sektor pertanian.

Dalam agenda silaturahmi Ramadan tersebut, Wamentan mengunjungi Pondok Pesantren API Tegalrejo dan Pondok Pesantren Darussalam Watucongol yang berada di kawasan Gunungpring, Muntilan.

Kegiatan itu juga dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono menilai pesantren memiliki potensi besar untuk berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk di sektor pertanian.

article
Wamentan Sudaryono, bersama K.H. Muhammad Yusuf Chudlori pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo. (FOTO: Dok. TMI for TIMES Indonesia)

“Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan agribisnis masyarakat desa,” ujar Sudaryono.

Menurutnya, kolaborasi antara pesantren, petani, serta berbagai organisasi pendukung pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Selain itu, Wamentan juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi berbasis komunitas, termasuk koperasi yang melibatkan masyarakat sekitar pesantren.

“Kooperasi pesantren bisa menggalang dan membina banyak petani, mulai dari pengendalian mutu hingga pemasaran hasil panen sehingga ada nilai tambah bagi petani,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Wamentan turut didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia, Jawa Tengah, Wawan Pramono, bersama Wakil Ketua Pemuda TMI Ilhamsyah Husen serta sejumlah pengurus lainnya.

Selain mengikuti agenda kunjungan kerja, pertemuan itu juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi Tani Merdeka di wilayah Kedu Raya.

Beberapa program strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya pengembangan pertanian modern, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan peran media sebagai sarana publikasi kegiatan pertanian di Jawa Tengah.

Diskusi semakin berkembang saat rombongan mengikuti kegiatan buka puasa bersama di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam, Watucongol.

Pengasuh pesantren tersebut, KH Agus Ali Qoisho atau yang lebih dikenal sebagai Gus Ali Watucongol, menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan sektor pertanian yang dilakukan berbagai pihak, termasuk organisasi Tani Merdeka Indonesia.

“Saya mengapresiasi langkah Tani Merdeka Indonesia, khususnya DPW Jawa Tengah, yang telah menunjukkan komitmen besar dalam mendukung petani. Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional dengan potensi pertanian yang sangat besar,” ujar Gus Ali.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi sumber daya manusia yang besar melalui para santri yang dapat dilibatkan dalam pengembangan agribisnis berbasis komunitas.

Ia menilai kolaborasi antara pesantren, santri, dan organisasi petani dapat menjadi kekuatan baru untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di kesempatan tersebut, Gus Ali juga menyatakan kesiapannya membantu pengembangan program hilirisasi komoditas tebu di Jawa Tengah. Ia bahkan membuka peluang untuk membantu mencarikan lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pengembangan hilirisasi tebu.

“Saya siap membantu mencarikan lahan untuk pengembangan hilirisasi tebu di Jawa Tengah. Apalagi saya sendiri dulu juga petani, sehingga memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para petani,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono menilai keterlibatan pesantren dalam sektor pertanian dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha di bidang agribisnis.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam berbagai program pertanian modern, mulai dari pelatihan hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

“Pesantren memiliki sumber daya manusia yang besar melalui para santri. Jika dikolaborasikan dengan program pertanian modern, ini bisa menjadi kekuatan baru untuk membangun kemandirian pangan sekaligus menciptakan wirausaha muda di sektor pertanian,” jelas Wawan.

Ia berharap komunikasi yang terjalin dalam pertemuan ini bisa menjadi langkah awal bagi terbangunnya kerja sama lebih konkret antara Tani Merdeka Indonesia dan kalangan pesantren di Magelang dalam pengembangan sektor pertanian berbasis komunitas santri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hermanto
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.