Jembatan Gantung Luwung-Gumiwang Banjarnegara Dibangun, Kini dalam Proses Pengecoran Tiang Pancang
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sejumlah alat berat diterjunkan untuk melakukan penggalian dan pengeboran tiang tiang pancang pondasi jembatan.
BANJARNEGARA – Jembatan gantung penghubung Desa Gumiwang Kecamatan Purwanegara dan Luwung (Rakit) Kabupaten Banjarnegara kini sedang tahap pembangunan tiang pancang di kedua ujung desa.
Berdasarkan SPMK HK0101/B/Bbpjn4.07.3/2026/367, proyek senilai lebih kurang Rp 6,1 milyar ini dibiayai dana APBN Tahun 2026 dan dikerjakan oleh CV Kangen Kontruksi.
Dengan waktu pelaksanaan, 180 hari kalender (22 Juni-18 Desember 2026), bentang jembatan dirancang 120 meter dengan jalan pendekat sisi Luwung 75 meter dan sisi Gumiwang 50 meter.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sejumlah alat berat diterjunkan untuk melakukan penggalian dan pengeboran tiang tiang pancang pondasi jembatan.
Untuk sementara jalur tersebut ditutup total. "Mudah-mudahan pengeboran berjalan sesuai rencana," kata Agung, direktur CV Kangen Kontruksi saat dihubungi via WhatsApp.
Sementara pelaksanaan lapangan CV Kangen Kontruksi, Said Rudi Firmansyah, Jumat (31/7/2026) menyampaikan bahwa progres pekerjaan hingga saat ini masih dalam proses penggalian/pengeboran (bore pile) dan pengecoran pondasi tiang pancang di titik A, di Desa Gumiwang Kecamatan Purwanegara.
"Setelah selesai, dilanjut pengeboran di titik B yakni di Desa Luwung," ujarnya seraya menegaskan jika pekerjaan pembangunan jembatan gantung optimis selesai tepat waktu yakni pada 18 Desember 2026 mendatang.
Ia juga mengapresiasi warga, karena mereka tampak antusias ikut serta membantu kelancaran pekerjaan di lapangan. "Semoga jembatan ini dapat bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," ujar Rudi.
Jalur Produktif Perekonomian
Diberitakan sebelum, proyek strategis ini merupakan program aspirasi anggota DPR RI Rofik Hananto.
Jembatan gantung ini dirancang untuk mempermudah pergerakan ekonomi, akses kesehatan serta pendidikan bagi warga di kedua wilayah.
Saat sosialisasi pembangunan jembatan gantung ini, Rofik menjelaskan, peruntukan jembatan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Yulia Minarsih, Kepala Desa Luwung saat ditanya TIMES Indonesia mengaku lega, jembatan yang sudah lama diimpikan warga akhirnya terwujud.
Diharapkan dengan jembatan baru ini, akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat lebih lancar dan berguna bagi masyarakat luas.
"Walau peruntukan sama, hanya untuk pejalan kaki dan pesepeda motor, namun jembatan ini informasinya lebih lebar ketimbang jembatan lama," katanya.
Diakuinya fungsi jembatan tersebut sangat vital untuk memperpendek jarak tempuh warga menuju akses pendidikan dan ekonomi.
Desa Luwung kata kades, merupakan daerah sentra ikan air dan padi, namun juga penghasil kelapa.
"Mayoritas warga kami adalah petani ikan, saatnya jembatan tersebut jadi, maka petani ikan di Luwung dan sekitarnya tidak kesulitan lagi saat mau menjual ikan di Pasar ikan Purwanegara," ungkapnya.
Udiono ketua kelompok tani ikan Mina Dadi Rejeki asal Gumiwang, menyambut proyek pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Gumiwang - Luwung, karena jembatan ini merupakan akses vital bagi para petani ikan di ke dua wilayah daerah penghasil ikan.
Ia berharap proyek ini dapat dikerjakan tepat waktu dan mutu. "Jembatan penghubung antar dua wilayah kecamatan ini sudah lama diharapkan warga. Semoga pembangunan tidak mengalami kendala," ujarnya.
Sementara itu Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana meminta warga untuk menjaga jembatan gantung tersebut jika sudah jadi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anggota DPR RI H Rofik Hananto atas program aspirasi Pembangunan Jembatan gantung Gumiwang - Rakit Kabupaten Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

