Suasana Nobar final Piala Dunia 2026 di Gedung Kuliner Banjarnegara berlangsung meriah. (FOTO: Dok Kominfo Banjarnegara)

Meriahnya Nobar Final Piala Dunia 2026 di Gedung Kuliner Banjarnegara, Pedagang Ikut Panen

Kegiatan yang digagas Pemkab Banjarnegara tidak sekedar menjadi hiburan belaka namun juga sebagai ajang silaturahmi sekaligus menggairahkan perekonomian

TIMES Jateng,Senin 20 Juli 2026, 09:30 WIB
187
M
Muchlas Hamidi

BANJARNEGARAAcara nonton bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 di pusat kuliner Banjarnegara berlangsung meriah dihadiri ribuan pencinta olahraga sepak bola, Minggu (19/7/2026) siang ħingga Senin (20/7/2026) pagi.

‎Kegiatan yang digagas Pemkab Banjarnegara tidak sekedar menjadi hiburan belaka namun juga sebagai ajang silaturahmi sekaligus menggairahkan perekonomian di kawasan pusat kuliner Banjarnegara. 

‎Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banjarnegara, Sagiyo menyampaikan, dipilihnya lusat kuliner Banjarnegara sebagai lokasi kegiatan nobar karena menjadi salah satu tempat yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial karena banyak lelaki UMKM. 

‎"Momentum olahraga memang salah satunya dirancang untuk memperkuat sektor UMKM. Dalam hal ini, Pemerintah Banjarnegara ingin setiap event pertandingan olahraga, baik langsung di lapangan maupun tidak langsung atau digital seperti nobar ini bisa menjadi daya yang menggerakkan ekonomi," ungkap Sagiyo

‎Olahraga ini lanjut Sagiyo menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi di manapun, termasuk di perdesaan. Kita ingin terus mendorong dampak positif tersebut.

Jajaran pengurus KONI Banjarnegara saat Nobar Piala Dunia 2026
Jajaran pengurus KONI Banjarnegara saat Nobar Piala Dunia 2026

‎Olahraga Jadi Stimulus Pertumbuhan Ekonomi 

‎Sejumlah pelaku UMKM di pusat kuliner Banjarnegara mengaku senang dengan adanya kegiatan Nobar karena dengan banyak pengunjung, dagangan habis terjual.

"‎Dengan adanya kegiatan Nobar di sini, dagangan jadi laku. Saya buka dari jam 4 sore sampai jam 5 pagi. Alhamdulillah ada peningkatan, tambah ramai. Yang paling laris itu minuman, terutama kopi-kopi, sama mie," ujar Sundari.

‎Senada juga disampaikan Kurniati. Bahkan pada gelaran Nobar kali ini dia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp.700.000.

"Alhamdulillah meningkat dari hari biasa. Biasanya omzet hanya Rp.200.000 sampai Rp.300.000. Untuk nasi goreng saja hari ini sudah terjual 30 porsi lebih, hari biasa paling hanya 10 porsi," ucapnya

‎Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara, Nurohman Ahong menambahkan, bahwa olahraga bukan lagi sekadar ajang meraih medali dan prestasi di lapangan, melainkan instrumen strategis yang ampuh untuk mengangkat martabat daerah sekaligus memicu kesejahteraan ekonomi masyarakat.

‎Nurohman berharap Gedung Kuliner Banjarnegara bisa menjadi pusat event olahraga, seperti kejuaraan tenis meja hingga pencak silat, untuk semakin meramaikan lapak para pedagang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.