Tembus Pasar Kota Besar, Durian Unggulan Sigaluh Banjarnegara Siap Bersaing dengan Musang King
Petani di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara sukses kombinasikan teknik budidaya modern untuk mendongkrak kualitas durian lokal agar mampu bersaing dengan musang king.
Banjarnegara – Buah durian lokal Banjarnegara sebenarnya memiliki cita rasa beragam, manis legit, asam manis, manis susu yang tidak jauh beda dengan varietas durian impor (premium) seperti musang king, duri hitam dan jenis durian populer lainnya.
Tampaknya durian lokal Banjarnegara menolak punah, para petani durian lokal di sejumlah sentra durian terus melakukan inovasi memadukan teknik budidaya durian secara semi modern.
Para petani di daerah Dirun Kecamatan Sigaluh misalkan, mereka tetap melestarikan durian lokal super Banjarnegara yang ada walau harus bersaing dengan durian musang king, duri hitam, dan bawor.
Namun dengan banyaknya penikmat durian yang beralih dari durian ke durian impor, ia terus melakukan eksperimen untuk menghasilkan durian lokal yang berasa durian impor tadi.
Pertahankan Cita Rasa Durian Lokal
Eko Waluyo, salah satu petani durian di Dukuh Dirun Desa Singomerto, Kecamatan Sigaluh menceritakan bahwa penikmat durian dari luar kota memang sering membandingkan kualitas buah dari wilayahnya dengan daerah lain.
"Untuk jenis musang king yang dikembangkan di Banjarnegara justru memiliki tekstur yang lebih lembut dan creamy. Faktor kontur tanah dan kandungan unsur hara di sini memberikan cita rasa khas yang tidak ditemui di daerah lain," ujar Eko, Jum’at (17/7/2026).
Budidaya modern seperti top working (sambung pucuk) yang terus dilakukan, semata - mata untuk meningkatkan kualitas rasa dan kuantitas durian lokal rasa durian premium.
Untuk melestarikan durian asli Banjarnegara, pihaknya melakukan strategi pemasaran khusus untuk durian-durian lokal pilihan. Eko berkomitmen bahwa varian lokal yang unggul adalah aset yang tidak boleh hilang.
"Varian lokal unggulan tetap kami pertahankan sebagai produk limited edition. Kami memasarkannya secara terbatas, hanya saat ada event atau pesanan khusus," jelas Eko, Jumat (17/7/2026).
Harganya pun lanjut Eko, sangat spesial dan mampu bersaing dengan durian premium lainnya. Di balik keunggulan rasa, pengembangan potensi durian Banjarnegara masih terbentur masalah infrastruktur, seperti belum ada hamparan kebun yang mampu menampung kunjungan wisatawan dalam skala besar seperti rombongan bus.
"Untuk kelompok kecil, kebun tradisional masih sangat menarik. Namun, untuk rombongan besar, kita masih terkendala akses parkir dan fasilitas pendukung. Padahal, peminat durian kita datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya," tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Tanaman Pangan Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menegaskan bahwa durian lokal adalah plasma nutfah yang wajib dilestarikan.
Varietas lokal unggulan seperti yang terdapat di Dukuh Dirun, Karangmangu, dan wilayah lainnya di Kecamatan Sigaluh, kata dia, memiliki kualitas yang setara, bahkan berpotensi menjadi ikon khas Banjarnegara.
"Tantangan utama kita saat ini adalah aspek branding dan jangkauan pasar. Kita perlu upaya lebih kuat untuk memperkenalkan varietas lokal ini agar diakui sebagai durian unggulan khas Banjarnegara," ungkap Firman.
Saat ini, para petani tengah bersiap menyambut musim panen raya yang diprediksi mencapai puncaknya pada pergantian tahun baru.
Keberhasilan para petani dalam menyeimbangkan budidaya modern dan konservasi durian lokal membuktikan bahwa kearifan lokal dapat bersanding dengan durian premium yang lebih populer ketimbang durian lokal Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

