Tekan Masalah Kesehatan Remaja, Pemkab Banjarnegara Revitalisasi UKS/M hingga Pesantren
Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono saat berikan pengarahan pembina UKS kecamatan. (FOTO: Kominfo Banjarnegara)

Tekan Masalah Kesehatan Remaja, Pemkab Banjarnegara Revitalisasi UKS/M hingga Pesantren

Pemkab Banjarnegara menggelar Rakor Tim Pembina UKS/M 2026 guna menghidupkan kembali peran UKS di kecamatan dan pondok pesantren demi menyambut Indonesia Emas 2045.

TIMES Jateng,Selasa 2 Juni 2026, 22:32 WIB
795
M
Muchlas Hamidi

BanjarnegaraUntuk meningkatkan derajat kesehatan generasi muda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara berkomitmen menghidupkan kembali peran Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina UKS/M Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara tahun 2026 yang digelar di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Selasa (2/6/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, Latifa Hesti Purwaningtyas, menyampaikan bahwa revitalisasi UKS/M tidak hanya bertujuan meningkatkan derajat kesehatan generasi muda, melainkan juga sebagai investasi bangsa menuju puncak bonus demografi 2040 dan visi Indonesia Emas 2045.

Ia mengakui, peran UKS/M di tingkat kecamatan selama ini dinilai kurang aktif. Oleh karena itu, Hesti meminta kerja sama yang solid dari seluruh pihak untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan kembali wadah tersebut.

"Mungkin selama ini UKS kita tidur, ya. Kami mohon kerja samanya sehingga UKS di tingkat kecamatan bisa sama-sama dihidupkan dan dimanfaatkan," ujar Hesti.

Dalam rakor tersebut dijelaskan pula mengenai arah kebijakan program UKS/M tahun 2026, termasuk sosialisasi lomba sekolah/madrasah sehat tingkat kabupaten yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Komitmen Bersama untuk Hidupkan UKS

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara, Hendro Cahyono, menyatakan bahwa program UKS tidak akan berjalan optimal jika dikerjakan secara parsial atau terpisah-pisah.

"Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen bersama, inovasi, serta monitoring dan evaluasi yang berkesinambungan," tegas Hendro.

Sekda Banjarnegara juga menyoroti kompleksnya permasalahan remaja saat ini, mulai dari kurang gizi, kurang olahraga, ancaman penyakit menular seksual, hingga kebiasaan merokok.

Melihat kondisi tersebut, ia menginstruksikan agar pembinaan kesehatan tidak hanya terfokus pada sekolah umum dan madrasah di bawah naungan dinas terkait, tetapi juga menyentuh lingkungan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.