Rapat Paripurna DPRD Banjarnegara Atas Rancangan KUA-PPAS 2027, Banggar Soroti Pertumbuhan Konsumsi dan Investasi
DPRD Banjarnegara menjelaskan mengenai rancangan KUA dan PPAS Tahun 2027 yang telah disusun dengan mendasarkan arah kebijakan RKPD tahun 2027.
BANJARNEGARA – DPRD Banjarnegara menggelar rapat paripurna terhadap rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027, Kamis (13/8/2026), di ruang sidang paripurna.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Banjarnegara Slamet, SM., didampingi Wakil Ketua I Marno, Wakil Ketua II Agus Junaidi, dan Wakil Ketua III Bambang Suparno, serta dihadiri Sekda Hendro Cahyono, S.E M.Si., para staf ahli bupati, asisten sekda, dan kepala perangkat daerah.
Berdasarkan jadwal kegiatan DPRD Banjarnegara, pembahasan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 oleh Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah dilaksanakan pada Selasa hingga Kamis, 11 – 13 Agustus 2026.
Dalam laporannya, Agus Junaidi menjelaskan mengenai rancangan KUA dan PPAS Tahun 2027 yang telah disusun dengan mendasarkan arah kebijakan RKPD tahun 2027.
Arah pembangunan tahun 2027 menurut Agus, adalah implementasi dan evaluasi dampak pembangunan dalam mewujudkan Banjarnegara yang maju dan sejahtera.
Sementara prioritas pembangunan Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2027 ditujukan pada perluasan akses layanan layanan dasar, peningkatan kualitas infrastruktur yang mendukung sektor utama perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, pembinaan bisnis sektor unggulan potensial ekonomi kreatif secara berkelanjutan, serta peningkatan tata Kelola pemerintahan yang adaptif dan partisipatif.
Agus juga menyoroti mengenai asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan rancangan KUA PPAS 2027.
Asumsi itu meliputi tantangan yang dihadapi untuk menjaga momentum pertumbuhan konsumsi dan investasi di Banjarnegara di tengah ketidakpastian global, konflik geopolitik yang mengancam ketahan energi dan isu transformasi ekonomi Indonesia, serta Profil data sosio-ekonomi Kabupaten Banjarnegara.
Tahun 2025/2026 yang menjadi base line/acuan kondisi sosio-ekonomi tahun 2027 yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 – 7,25 persen dan laju Inflasi sebesar 2,5 ± 1 persen.
Juga, PDRB per kapita diharapkan berada di atas Rp.32.360.000,00, tingkat kemiskinan sebesar 11,78 – 12,06 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,69, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) diharapkan dapat ditekan diangka 4,95 - 5,1 persen.
Agus Junaidi menekankan mengenai badan anggaran dewan meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih memahami target kinerja program kegiatannya agar lebih bersinergi dan peningkatan akselerasi realisasi programnya sehingga outcome setiap kegiatan bisa lebih cepat dinikmati oleh masyarakat.
Kemudian Agus meminta TAPD untuk melakukan evaluasi terhadap target pendapatan dari sector BUMD khususnya Perumda Pertambangan, serta TAPD untuk melakukan penambahan kegiatan meterisasi PJU untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak daerah Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

