Perajin Bata Banjarnegara Olah Lumpur Waduk Mrica Jadi Bata Ekspos Kualitas Ekspor
Peserta pelatihan diperkenalkan cara dan alat pembuatan bata ekspos dan tempel. (FOTO: Disperindag UMK Banjarnegara for TIMES Indonesia)

Perajin Bata Banjarnegara Olah Lumpur Waduk Mrica Jadi Bata Ekspos Kualitas Ekspor

Disperindagkop UKM Banjarnegara latih 40 perajin bata Panggisari manfaatkan sedimen Waduk Mrica menjadi bata ekspos kualitas ekspor bernilai ekonomi tinggi.

TIMES Jateng,Selasa 12 Mei 2026, 18:23 WIB
533
M
Muchlas Hamidi

BanjarnegaraSebanyak 40 perajin batu bata merah asal Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara mengikuti pelatihan pembuatan bata ekpos dan bata tempel yang diinisiasi Dinas Perindagkop UKM setempat.

‎Para perajin dibekali ilmu pengetahuan dan inovasi pembuatan bata kwalitas eksport dari Suroso selalu Quality Control CV Bata Kingdom Temanggung sejak tanggal 8 - 11 Mei 2026.

‎Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Perindagkop UKM Banjarnegara Yusep Handoko S.Sos menjelaskan, pelatihan ini  bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan penghasilan para perajin disamping mengurangi sedimentasi Waduk Mrica dengan pemanfaatan lumpur waduk tersebut.

‎"Bata ini disamping lebih halus juga memiliki nilai estetika tinggi, harganya juga cukup tinggi dibanding bata biasa," jelas Yusep kepada TIMES Indonesia, Selasa (12/5/2026).

article

‎Dijelaskan, dalam kegiatan ini juga dilakukan eksperimen prosentase pemanfaatan sedimentasi Waduk PLTA Mrica dan tanah liat bahan baku batu bata merah dengan komposisi 20 - 100 persen. 

‎"Hasil mentahnya bagus, termasuk komposisi 100 persen sedimentasi Waduk Mrica. Kini  tinggal menunggu proses pembakaran yang akan dilakukan di tungku milik kelompok perajin bata merah Panggisari," imbuh Yusep Handoko.

‎Disampaikan juga, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera menggelar pelatihan batik printing di Gumelem, Susukan, pembuatan sabun cuci dan mandi peserta santri preneur Ponpes Tanbihul Ghofilin dan Ponpes Alfatah Banjarnegara serta pelatihan blending dan linting.

‎Berdasarkan pengamatan, peserta pelatihan tampak antusias menerima materi sekaligus praktik membuat bata ekspos dan tempel. 

‎Karena mereka sudah terbiasa membuat batu bata merah hasil uji coba dinilai cukup bagus, hanya saja mereka mengaku terkendala pembiayaan mendapatkan mesin pengolahan tanah dan mesin cetak.

‎Menanggapi hal ini pihak Disperindag UMK Banjarnegara akan berusaha mencarikan solusi dengan menggandeng stakeholder terkait, untuk membantu para perajin bata ekpos dan bata tempel di Panggisari, Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.