Bupati Banjarnegara Gandeng Yayasan Satu Karsa Karya Luncurkan Program I-SEE, Ini Tujuannya
Program I-SEE (Inclusive System for Effective Eye Care merupakan penguatan sistem dan pelayanan kesehatan mata yang efektif, inklusif dan berkelanjutan.
BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana bekerja sama dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) meluncurkan program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE) di di Pendapa Dipayudha Adigraha Kabupaten Banjarnegara, Selasa (4/8/2026).
Untuk diketahui, program I-SEE (Inclusive System for Effective Eye Care merupakan penguatan sistem dan pelayanan kesehatan mata yang efektif, inklusif dan berkelanjutan.
Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong, dilanjutkan penandatanganan MoU oleh Bupati Banjarnegara dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), serta perjanjian kerja sama antara YSKK dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara yang dilakukan langsung oleh Kepala Dinkes, dr Latifa Hesty Purwaningtyas M.Kes.
Peningkatan Layanan Kesehatan
Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana, menyampaikan terima kasih atas terpilihnya Banjarnegara sebagai kabupaten percontohan Program I-SEE.
Menurut bupati, program ini sejalan dengan upaya peningkatan layanan kesehatan di Banjarnegara. “Melalui kolaborasi dengan YSKK, diharapkan akan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan," katanya.
Disamping memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Gangguan penglihatan kata Bupati Banjarnegara tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, ekonomi, dan produktivitas masyarakat.
“Karena itu, penanganan harus dimulai melalui edukasi, deteksi dini, serta penguatan layanan kesehatan primer, yang sangat selaras dengan rencana aksi Program I-SEE ini,” imbuh bupati.
Direktur Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) Iwan Setiyoko, menjelaskan program ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan mata melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan memperluas akses pelayanan bagi masyarakat.
Saa ini kata Iwan, kebutuhan layanan kesehatan mata di Banjarnegara masih tinggi. "Kasus atau gangguan mata tertinggi adalah katarak. Sayangnya, sekitar 40 hingga 50 persen masyarakat tidak menyadarinya.
"Gangguan penglihatan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup. Untuk itu mari kita optimalkan bersama agar program ini mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Banjarnegara," katanya.
Program I-SEE akan menjangkau 278 desa dan kelurahan, 35 puskesmas, seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta, serta 1.033 SD/MI, 143 SMP/MTs, dan tiga SLB yang ada di kabupaten Banjarnegara.
Selama lima tahun, program akan memberdayakan kader kesehatan dan Posyandu untuk melakukan deteksi dini, sekaligus upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Disampaikan juga oleh Iwan, bahwa YSKK merupakan organisasi masyarakat sipil yang dimandatkan sebagai bagian dari pembangunan bangsa yang kritis dan solutif, dengan bekerja untuk dan bersama masyarakat terpinggirkan, khususnya kaum perempuan dan anak secara inklusif.
Hingga tahun 2026 ini, YSKK telah menginisiasi lebih dari 22 inovasi program dengan cakupan wilayah berada di 10 Provinsi, 39 kabupaten/kota, 108 desa/kalurahan, 430 sekolah dan 61 koperasi & pra-koperasi di Indonesia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

