Sebanyak 254 Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto Jalani Magang Mengajar di 164 SD se-Banjarnegara
Melalui program ini, seluruh mahasiswa akan menjalankan tugas selama 6 bulan ke depan di 164 sekolah dasar yang tersebar di 8 kecamatan di Banjarnegara.
BANJARNEGARA – Sedikitnya 254 mahasiswa Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mulai magang mengajar di Kabupaten Banjarnegara.
Serah terima mahasiswa dilakukan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Purwokerto Prof Dr. H Fauzi, M.Ag, kepada Bupati melalui Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono SE M.Si, di Pendapa Dipayuda, Senin (13/7/2026).
Melalui program ini, seluruh mahasiswa akan menjalankan tugas selama 6 bulan ke depan di 164 sekolah dasar yang tersebar di 8 kecamatan di Banjarnegara.
Program ini merupakan kontribusi UIN Saizu dalam membantu pemerintah daerah yang masih menghadapi kekurangan guru kelas maupun guru pendidikan agama.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu, Prof Dr. H Fauzi, M.Ag, dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa era Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi merupakan hasil kerja sama Dindikpora Kabupaten Banjarnegara dengan UIN Saizu Purwokerto yang sudah berjalan memasuki tahun ketiga.
"Dengan pendekatan learning by doing, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Mereka belajar sambil mengajar selama enam bulan," jelasnya.
Fauzi kemudian berpesan agar mahasiswa mampu mengemban misi untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Karena itu, etika, kompetensi, dan perilaku menjadi modal utama selama bertugas di sekolah. "Kalian harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Anak-anak akan melihat bagaimana kalian bersikap, sehingga harus menjadi role model di lingkungan maupun sekolahnya," tandasnya.
Dalam waktu yang sama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyerahkan secara simbolis 250 tablet pintar kepada siswa SD dari keluarga desil 1 dan 2, khususnya di sekolah yang masih menghadapi keterbatasan akses internet.
Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, SE., MM., mengatakan bantuan 250 tablet pintar diberikan untuk mendukung pembelajaran digital bagi siswa SD.
"Tablet pintar ini mampu mengonversi gambar dan suara sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa," katanya.
Banjarnegara Kekurangan 2000 Guru ASN
Sekda Hendro Cahyono mengucapkan terima kasih atas program asistensi mengajar UIN Saizu dan bantuan tablet pintar dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.
"Keberadaan mahasiswa di sekolah diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus menjadi pengalaman lapangan bagi calon guru. Sekarang sangat dibutuhkan guru yang berkompetensi, menyenangkan, dan penuh dedikasi," kata Sekda Banjarnegara.
Ia juga merasa optimis, jika guru yang baik akan memengaruhi kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono juga menyampaikan, kebutuhan guru ASN di Banjarnegara hingga saat ini masih belum terpenuhi.
Dari kebutuhan ideal sebanyak 5.500 lebih, saat ini baru ada 3.300 guru, sehingga masih kekurangan lebih dari 2000 guru ASN.
"Mudah-mudahan ini menjadi peluang bagi calon guru yang memiliki dedikasi untuk mengabdi di Banjarnegara," imbuh Hendro Cahyono, Sekda Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

