KPK Segel Ruang Kerja Bupati Fadia Arafiq, 10 ASN Jalani Pemeriksaan Intensif
Penyidik KPK memeriksa 10 pejabat Pemkab Pekalongan di Mapolres Kota Pekalongan hari ini (3/3). Pemeriksaan ini merupakan pengembangan dari OTT Bupati Fadia Arafiq.
Pekalongan – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 10 pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pemeriksaan ini berlangsung di Mapolres Kota Pekalongan pada Selasa (3/3), menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Pjs. Kasi Humas Polres Kota Pekalongan, Iptu Purno Utomo, mengonfirmasi bahwa pihak KPK meminjam dua ruangan di lantai dua Mapolres, yakni ruang aula dan ruang posko, untuk keperluan pemeriksaan tersebut.
"Iya, benar, di ruang aula dan posko. Akan tetapi, kami tidak tahu secara persis kegiatan ataupun pemeriksaan apa yang sedang dilakukan KPK, siapa saja yang diperiksa, berapa orang yang diperiksa, maupun materinya," ujar Iptu Purno Utomo di Pekalongan, Selasa (3/3/2026).
Penyegelan Ruang Kerja dan Pengamanan Barang Bukti
Kegiatan pemeriksaan marathon terhadap sejumlah ASN ini diduga kuat berkaitan erat dengan kasus yang menyeret Bupati Fadia Arafiq. Sebelumnya, tim antirasuah telah mengamankan sang bupati bersama beberapa pihak lainnya di Pekalongan untuk kemudian diboyong ke Jakarta guna pemeriksaan intensif.
Selain melakukan pemeriksaan saksi, KPK juga telah menyegel sejumlah titik di kantor Pemkab Pekalongan, termasuk ruang kerja bupati. Di halaman Mapolres Pekalongan Kota, terpantau lima unit mobil dinas berpelat merah milik Pemkab Pekalongan masih terparkir, yang diduga berkaitan dengan mobilitas pihak-pihak yang diperiksa.
ASN Diminta Tetap Tenang
Menanggapi situasi yang memanas di internal pemerintahan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum-Taru Kabupaten Pekalongan, Budhi Antoyo, memberikan instruksi khusus saat memimpin apel pagi. Ia meminta seluruh pegawai untuk tetap fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
Budhi juga menekankan agar seluruh staf menghormati proses hukum dengan menjaga sterilitas area yang telah disegel oleh penyidik KPK.
"Kita tidak tahu apa persoalannya. Yang penting mari kita berdoa dan meminta kekuatan kepada Yang Maha Kuasa," ungkap Budhi Antoyo kepada para pegawai.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan di Mapolres Kota Pekalongan masih terus berlanjut di bawah pengawalan ketat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



