Kolam ikan milik Udiono yang menggunakan probiotik. (FOTO: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)

Inovasi Probiotik Bisa Jadi Solusi di Tengah Harga Pakan Ikan yang Terus Meroket di Banjarnegara

Penggunaan probiotik merupakan cara efektif menurunkan tingginya beban pakan ikan yang terus meroket sepanjang tahun. Suplemen ini dapat menaikkan protein pada pakan ikan berkadar gizi rendah.

TIMES Jateng,Senin 10 Agustus 2026, 21:58 WIB
209
M
Muchlas Hamidi

BANJARNEGARASalah satu kesulitan yang saat ini dialami para peternak ikan di Kabupaten Banjarnegara adalah tingginya harga pakan ikan, sementara harga ikan konsumsi cenderung stagnan bahkan sering menurun.

‎Namun jika dapat melakukan inovasi dengan sistem probiotik, masalah tingginya harga pakan sebenarnya bisa ditekan 25 - 30 persen.

‎Hal ini disampaikan Udiono, ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Dadi Rejeki Desa Gumiwang Kecamatan Purwanegara saat berbincang-bincang dengan TIMES Indonesia di kolam ikan miliknya, Senin (10/8/2026).

‎Penggunaan probiotik, kata Udiono, merupakan cara efektif menurunkan tingginya beban pakan ikan yang terus meroket sepanjang tahun. 

‎Karena dengan suplemen ini dapat menaikkan protein pada pakan ikan berkadar gizi rendah. Dengan demikian, para pembudidaya ikan akan mendapatkan keuntungan.

‎Lalu, apa itu probiotik?

Probiotik, kata Udiono adalah suplemen bahteri (baik/ hidup) yang berfungsi memperbaiki pencernaan ikan, menjaga kualitas air kolam sekaligus meningkatkan kekebalan ikan sehingga tahan penyakit.

‎Kemudian bagaimana cara menggunakan suplemen ini?

Udiono kembali menjelaskan bahwa cara penggunaan probiotik cukup mudah dengan dicampurkan ke makanan dan air kolam untuk mengurai limbah organik menjadi plankton sebagai sumber makanan tambahan ikan.

‎"Kami sudah lama menggunakan probiotik, terutama untuk ikan yang ditangkar di kolam bulat atau biasa disebut kolam bioflok. Hasilnya signifikan, di samping ikannya lebih sehat, daging ikan lebih kesat dan gurih," ungkapnya.

‎Pemanfaatan kolam bulat menurut Udiono selain hemat air, sisa makanan di kolam akan membentuk plankton yang justru menambah makanan bagi ikan, asalkan aplikasi probiotik dapat berfungsi dengan baik.

Udiono (No5 kanan) bersama dosen dan mahasiswa
Udiono (No5 kanan) bersama dosen dan mahasiswa

‎Menekan 30 Persen Pakan Ikan

‎Udiono juga menceritakan dengan sistem probiotik buatannya, amoniak larut bisa 1,5 mg/L (ppm) tapi kenapa ikannya masih nyaman (hidup), padahal normalnya normalnya 0,02 mg/L - 0,1 mg/L.

‎"Ini menjadi bukti bahwa betapa hebatnya kerja si bakteri sistem bioflok dengan aplikasi probiotik ini," jelas Udiono lagi.

‎Kita, kata dia, sedang melakukan riset di kolam bulat sistem bioflok ukuran diameter 3 Meter kedalaman air 80 CM dengan jumlah berbeda, yakni isi 900 ekor, 1000 ekor dan 1.100 ekor.

‎Dari 5 kali sampling, terakhir kita dapat menekan hingga 0,78 - 0,80 FCR (Ikan 900), 0,85  FCR (ikan 1000), 0,73 FCR (1100 ikan). Sedang normal gizi pelet (pakan ikan) adalah 1,5 SCR.

‎Untuk diketahui, FCR (Feed Conversion Ratio) atau rasio konversi pakan, dalam dunia budidaya ikan adalah angka yang menunjukkan berapa kilogram pakan yang harus diberikan untuk menghasilkan 1 kilogram daging ikan.

‎Dengan kota menekan FCR dibawah 1 menunjukkan bukti sistem ini hasilnya luar biasa. Dengan menekan 0,80 FCR, kita sudah dapat menekan biaya produksi 30 persen.

‎Semakin kecil nilai FCR berarti semakin efisien menggunakan pakan ikan atau nilai FCR rendah/ kecil berarti ikan mampu mengubah makanan menjadi daging dengan sangat baik tanpa ada banyak pakan yang terbuang sia-sia di kolam.

‎"Bagi kita, jika ingin untung adalah dapat menekan biaya pakan," tandas seraya kembali menjelaskan, jika pakan ikan normal tanpa menggunakan nutrisi adalah 1,5 FCR.

‎Sedangkan rumus dasar untuk mencari nilai FCR adalah jumlah total pakan yang dihabiskan dibagi dengan total penambahan berat badan ikan saat panen.

‎Sebagai contoh, imbuh Udiono,  Jika peternak  menghabiskan 130 kg pakan dan mendapatkan total berat daging ikan sebanyak 100 kg, maka nilai FCR-nya adalah 130 / 100 =  Artinya, dibutuhkan 1,3 kg pakan untuk menaikkan berat badan ikan sebesar 1 kg.

‎Ia berharap pemerintah bisa hadir dengan membawa teknologi yang bisa menekan biaya pakan. Sehingga para pembudidaya ikan bisa paham dan mengaplikasikan secara mudah di tengah mahalnya pelet atau pakan ikan di Kabupaten Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.