TIMES JATENG, KUDUS – Curah hujan yang tinggi memicu meluapnya sejumlah sungai di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang mengakibatkan banjir di enam desa di wilayah Kecamatan Mejobo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa ratusan hunian warga terdampak oleh luapan air tersebut.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, memberikan keterangan mengenai skala dampak banjir yang terjadi sejak akhir pekan kemarin.
"Berdasarkan data sementara ada 870 rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Mejobo sejak Sabtu (10/1), meskipun saat ini untuk genangan di jalan sudah mulai surut," kata Eko Hari Djatmiko di Kudus, Minggu (11/1/2026).
Adapun rincian desa yang terdampak beserta jumlah rumah yang terendam adalah sebagai berikut Desa Mejobo: 425 rumah, Desa Jojo: 200 rumah, Desa Golantepus: 150 rumah, Desa Tenggeles: 40 rumah, Desa Kesambi: 35 rumah, Desa Temulus: 20 rumah, dan Desa Hadiwarno: (Jumlah rumah masih dalam tahap penghitungan, namun tercatat 20 hektare sawah terdampak).
Penyebab dan Ketinggian Air
Banjir ini dipicu oleh melimpasnya debit air dari beberapa sungai yang melintasi pemukiman warga, di antaranya Sungai Piji, Sungai Dawe, Sungai Logung, Sungai Mrisen, Sungai Nolo, dan Sungai Jati Pasean. Ketinggian genangan air di lokasi terdampak dilaporkan cukup bervariasi.
"Untuk ketinggian genangan bervariasi antara 5-40 sentimeter," tambah Eko.
Sebelumnya, banjir juga sempat melanda beberapa titik di Kecamatan Kota, Jekulo, dan Bae akibat luapan Sungai Gelis dan sungai lainnya. Namun, BPBD memastikan bahwa kondisi di tiga kecamatan tersebut saat ini telah surut. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Ratusan Rumah di Enam Desa Kecamatan Mejobo Kudus Terendam Banjir
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |