TIMES JATENG, JEPARA – Ribuan penduduk Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terkepung akibat bencana tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jepara (BPBD Jepara) mencatat sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) masih terisolasi menyusul terputusnya total akses jalan penghubung desa.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa isolasi tersebut disebabkan oleh 18 titik longsor dengan tingkat kerusakan berat hingga kritis.
“Longsor terjadi Jumat (9/1) pasca hujan deras, sehingga akses keluar-masuk Desa Tempur benar-benar terputus,” jelasnya di Jepara, Minggu (11/1).
Titik terparah berada di kawasan pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang", di mana badan jalan hilang sepanjang 50 meter akibat tergerus aliran Sungai Gelis. Titik kritis lain terdapat di Jembatan Mbah Sujak, di mana jalan terkikis sedalam enam meter karena perpindahan aliran sungai.
Dampak bencana tidak hanya mengisolasi warga. Laporan situasi (SITREP) BPBD menyebutkan setidaknya enam rumah warga rusak, dari terendam lumpur hingga hancur total. Jaringan listrik juga padam total setelah satu tiang roboh dan satu tiang lain miring.
Kondisi ini berdampak luas pada perekonomian. Puluhan hektare lahan persawahan di sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut dan rusak. “Data rinci potensi kerugian sektor pertanian masih dalam pendataan,” kata Arwin.
Untuk mempercepat pemulihan akses, BPBD Jepara mengajukan kebutuhan mendesak berupa tambahan alat berat (ekskavator tipe PC-75), mesin alkon, dan bantuan logistik untuk warga terdampak. Rencana evakuasi dan pembukaan jalan akan dilanjutkan pada Minggu ini dengan mengutamakan keselamatan personel dan memantau perkembangan cuaca. (*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |