https://jateng.times.co.id/
Berita

Program Jemput Bola Bawa Unit PPA Polres Blora Raih Penghargaan TRC PPA Indonesia

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:24
Program Jemput Bola Bawa Unit PPA Polres Blora Raih Penghargaan TRC PPA Indonesia Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mendampingi Ketua TRC PPA Indonesia, Jeny Claudia Lumowa di Polres Blora. (FOTO: Rengga/TIMES Indonesia)

TIMES JATENG, BLORA – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora menerima penghargaan atas dedikasi dan kerja keras dalam pelaksanaan tugas untuk melindungi korban serta menjalankan upaya pencegahan dan penanganan kasus perempuan dan anak (PPA). 

Penghargaan tersebut diberikan oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Indonesia.

Ketua TRC PPA, Jeny Claudia Lumowa, menegaskan bahwa kinerja Unit PPA Polres Blora layak dijadikan contoh bagi kepolisian di daerah lain, khususnya di Jawa Tengah.

"Ini adalah contoh buat polres-polres lain di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah," tegasnya saat ditemui di Polres Blora, selasa (13/1/2026).

Jeny menjelaskan bahwa TRC PPA merupakan mitra Unit PPA Polri yang telah terjalin sejak 2016, dengan fokus mendukung dan mendorong kinerja Unit PPA dalam penanganan kasus perempuan dan anak.

"Memang TRC PPA itu mitra unit PPA Polri dari tahun 2016 yang berdiri 2015, khusus kita mensupport, mendorong unit PPA bekerja," ujarnya.

Menurutnya, penghargaan yang diterima Polres Blora tidak lepas dari respons cepat yang dilakukan Unit PPA dalam menangani kasus anak melalui program jemput bola.

"Polres Blora bisa mendapat penghargaan dikarenakan kemarin ada kegiatan respon cepat jemput bola tentang kasus anak itu. Program di Polres Blora itu jemput bola. Jadi tidak menunggu laporan. Mendengar, melihat, langsung respon cepat," jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar dalam penanganan kasus PPA, di mana mayoritas pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat korban.

"90 persen kasus perundungan, cabul, dan lain-lain adalah orang terdekat dan itu adalah PR terbesar bagi penyidik," tambahnya.

Lebih lanjut, Jeny menegaskan bahwa keterbatasan personel dan beratnya beban kerja membuat Unit PPA kerap kurang diminati.

"90 persen kasus perundungan, cabul, dan yang lain-lain, TPKS adalah orang terdekat. Dan itu PR terbesar, ujian terbesar bagi penyidik. Oleh karena itu, saya men-support para penyidik bagaimana berapa personil mereka punya, ya sedikit. Makannya itu yang saya bilang tadi, jarang ada yang mau di unit PPA," katanya.

Ia berharap adanya perubahan pola pikir terhadap pentingnya Unit PPA, sejalan dengan kebijakan pimpinan Polri.

"Itu tadi mindset. Nah, saya ingin merubah mindset itu. Makanya Pak Kapolri melahirkan Brigjen Nurul Azizah. Direktorat PPA dan PPO. Dan tadi malam dilantik untuk menjadi direktur di Polda PPA PPO," terangnya.

Jeny juga menyampaikan apresiasinya atas komitmen Polri terhadap isu perlindungan perempuan dan anak.

"Alhamdulillah saya berterima kasih sama Pak Kapolri. Akhirnya 25 tahun saya mengabdi sebagai mitra unit PPA direalisasikan karena penghargaan ini adalah dari masyarakat untuk masyarakat," sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima jajarannya.

"Pagi hari ini alhamdulillah dari jajaran Satreskrim Polres Blora mendapatkan penghargaan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Perempuan dan Anak Indonesia," ujarnya.

Kapolres menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras para penyidik, khususnya di Unit PPA, dalam menangani berbagai persoalan perempuan dan anak.

"Ini adalah bentuk dedikasi pengabdian dan pelaksanaan tugas baik dari rekan-rekan penyidik khususnya unit PPA Polres Blora dalam menangani permasalahan-permasalahan perempuan, permasalahan anak, dan perundungan. Ini adalah hasil kerja dari rekan-rekan unit PPA Polres Blora," jelasnya.

Ke depan, Polres Blora berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam penanganan kasus PPA.

"Program ke depan pasti kami akan lebih tingkatkan karena penghargaan adalah suatu anugerah," sambungnya.

Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Namun, kami berkomitmen kedepannya khususnya bidang penyidikan terkait masalah perempuan, anak, perundungan, kita akan semakin lebih cepat, lebih profesional, sesuai dengan apa yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya. (*)

Pewarta : Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jateng just now

Welcome to TIMES Jateng

TIMES Jateng is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.