https://jateng.times.co.id/
Berita

Mengenal Tradisi Unik Saat Lebaran di Berbagai Negara

Sabtu, 05 April 2025 - 17:00
Mengenal Tradisi Unik Saat Lebaran di Berbagai Negara Mudik sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk merayakan lebaran. (FOTO: Wikipedia).

TIMES JATENG, JAKARTAIdulfitri merupakan salah satu perayaan terbesar bagi umat Muslim di seluruh dunia. Hari yang menandai berakhirnya bulan Ramadan ini dirayakan dengan penuh suka cita, silaturahmi, dan berbagai tradisi khas yang unik di setiap negara. Berikut adalah beberapa tradisi menarik dari berbagai negara dalam merayakan Idulfitri:

1IndonesiaMudik

Di Indonesia, Idulfitri memiliki makna yang sangat dalam, bukan hanya sebagai hari kemenangan tetapi juga sebagai momen berkumpulnya keluarga. Salah satu tradisi terbesar adalah mudik, yaitu perjalanan pulang kampung yang dilakukan oleh jutaan orang dari kota ke desa. Fenomena ini terjadi setiap tahun dan bahkan menjadi perhatian nasional karena melonjaknya jumlah kendaraan serta kepadatan transportasi umum menjelang Lebaran.

Selain itu, menurut Antropolog Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Heddy Shri Ahimsa Putra, mudik berasal dari bahasa melayu 'udik' yang artinya hulu atau ujung. Sebab, masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk. Setelah selesai urusannya, mereka kembali pulang ke hulu pada sore harinya.

"Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya," kata Antropolog UGM, Prof Heddy Shri Ahimsa Putra, dikutip dari detikcom.

Dari segi kuliner, makanan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan lontong sayur selalu menghiasi meja makan saat Idulfitri. Tradisi ini semakin mempererat tali kekeluargaan dengan berkumpul dan makan bersama.

2. Turki – Bayram dan Festival Gula (Şeker Bayramı)

Di Turki, Idulfitri dikenal sebagai Ramazan Bayramı, yang berarti "Festival Ramadan". Namun, ada sebutan lain yang lebih populer, yaitu Şeker Bayramı atau "Festival Gula". Julukan ini diberikan karena pada hari Idulfitri, anak-anak akan berkeliling mengunjungi tetangga dan kerabat untuk memberikan salam dan mencium tangan orang yang lebih tua sebagai tanda hormat. Sebagai balasannya, mereka akan diberikan permen, cokelat, atau hadiah kecil lainnya.

Selain itu, banyak keluarga di Turki yang menyiapkan makanan khas seperti baklava (kue berlapis dengan kacang dan madu), lokum (turkish delight), serta hidangan berbasis daging seperti kebab dan pilav (nasi berbumbu).

Pemerintah Turki juga memberikan hari libur nasional selama tiga hari, sehingga masyarakat bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama keluarga dan melakukan perjalanan ke kampung halaman.

3. Arab Saudi – Salat di Tanah Lapang dan Jamuan Makan Besar

Di negara asal Islam ini, perayaan Idulfitri dilakukan dengan khidmat dan penuh semangat. Shalat Id biasanya dilakukan di tanah lapang atau masjid-masjid besar, diikuti dengan khutbah yang menekankan pentingnya persaudaraan dan syukur kepada Allah SWT.

Setelah shalat, masyarakat Arab Saudi merayakan Idulfitri dengan makan bersama keluarga besar. Hidangan khas seperti Kabsa (nasi berbumbu dengan daging kambing atau ayam), Mandi, dan Samosa menjadi sajian utama.

4. India & Pakistan – Eidi dan Mehndi di Malam Chand Raat

Di India dan Pakistan, malam sebelum Idulfitri disebut Chand Raat, yang berarti "Malam Bulan", karena pada malam ini umat Muslim melihat hilal (bulan sabit) yang menandakan berakhirnya Ramadan.

Salah satu tradisi yang sangat populer adalah menghias tangan dengan mehndi (henna). Perempuan, terutama remaja dan anak-anak, akan mengantre di salon atau kios-kios henna untuk mendapatkan motif cantik di tangan mereka.

Saat hari Idulfitri tiba, ada tradisi unik bernama Eidi, yaitu pemberian uang oleh orang tua, kakek-nenek, atau kerabat kepada anak-anak sebagai bentuk hadiah Lebaran. Uang ini biasanya diberikan dalam amplop berwarna cerah atau dihias dengan gambar-gambar menarik.

Selain itu, hidangan khas seperti Sheer Khurma (puding susu dengan kurma dan bihun) menjadi makanan wajib yang disajikan di meja makan keluarga.

5. Malaysia – Rumah Terbuka dan Busana Tradisionali

Di Malaysia, perayaan Idulfitri tidak hanya dirayakan dalam lingkup keluarga tetapi juga dalam skala yang lebih besar dengan tradisi rumah terbuka. Pada acara ini, masyarakat membuka rumah mereka untuk menerima tamu dari berbagai kalangan, termasuk tetangga, teman, bahkan orang asing yang ingin bersilaturahmi.

Makanan khas seperti lemang (beras ketan dalam bambu), rendang, ketupat, dan kuih-muih (kue tradisional) selalu disajikan. Pemerintah dan tokoh masyarakat juga sering mengadakan rumah terbuka resmi, di mana masyarakat umum dapat datang dan menikmati makanan gratis.

Dari segi busana, pria biasanya mengenakan Baju Melayu dengan kain sarung, sedangkan wanita mengenakan Baju Kurung atau Baju Kebaya yang elegan.

6. Nigeria – Festival Durbar yang Megah

Di Nigeria, perayaan Idulfitri tidak hanya berupa ibadah dan kumpul keluarga tetapi juga sebuah festival budaya besar yang dikenal sebagai Durbar Festival. Festival ini merupakan parade kuda yang dihias dengan megah, yang dipimpin oleh para emir (pemimpin tradisional) dan bangsawan.

Festival Durbar biasanya diadakan di kota-kota besar seperti Kano, Katsina, dan Zaria, yang merupakan pusat komunitas Muslim di Nigeria. Acara ini dihadiri oleh ribuan orang yang ingin menyaksikan keindahan parade serta atraksi berkuda yang spektakuler.

Selain itu, masyarakat Nigeria juga mengadakan pesta makan besar dengan menyajikan makanan khas seperti Jollof Rice, Suya (sate daging pedas), dan Fufu (makanan berbahan dasar tepung singkong.

7. Tiongkok – Ziarah ke Makam Leluhur dan Hidangan Halal Khas Hui

Di Tiongkok, komunitas Muslim terutama dari suku Hui memiliki tradisi unik saat Lebaran. Selain menunaikan shalat Id, mereka juga melakukan ziarah ke makam leluhur untuk membersihkan makam, menaburkan bunga, serta berdoa bagi keluarga yang telah meninggal.

Makanan khas seperti Lanzhou Beef Noodle (mi sapi khas Lanzhou) dan Yangrou Chuan (sate domba) menjadi hidangan utama yang disantap setelah shalat Idulfitri.

Selain itu, di kota-kota dengan populasi Muslim besar seperti Xian dan Yinchuan, masyarakat sering menggelar bazar makanan halal yang menjual berbagai jajanan khas Idulfitri.

Meskipun Idulfitri memiliki makna yang sama di seluruh dunia, tradisi dan cara merayakannya sangat beragam. Dari mudik di Indonesia hingga parade kuda di Nigeria, setiap negara memiliki keunikan tersendiri dalam menyambut hari kemenangan ini. Namun, satu hal yang tetap sama adalah semangat kebersamaan, kebahagiaan, dan saling memaafkan yang menjadi inti dari perayaan Idulfitri.(*)

Pewarta : Mutakim
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jateng just now

Welcome to TIMES Jateng

TIMES Jateng is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.