TIMES JATENG, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang terpaksa membatalkan operasional 23 perjalanan kereta api pada Senin (19/1/2025). Keputusan ini diambil akibat banjir yang masih menggenangi ruas jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi di wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Tengah.
Menurut keterangan Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, ketinggian air di lokasi terdampak memang telah menurun hingga di bawah kepala rel. Meski demikian, demi alasan keamanan dan keselamatan penumpang, perusahaan memutuskan untuk tetap menangguhkan sejumlah perjalanan.
Beberapa kereta api yang terkena dampak pembatalan antara lain KA Argo Brono Anggrek. KA Arho Merbabu, KA Ciremai, KA Menoreh. KA Kamandaka, KA Tegal Bahari. KA Kaligung, KA Argo Muria, KA Argo Merbabu, KA Sembrani, KA Ambarawa Ekspres, serta KA Tawangjaya.
Luqman menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya gangguan pada rencana perjalanan para calon penumpang. Ia menegaskan bahwa tiket untuk perjalanan yang dibatalkan akan dikembalikan dana sepenuhnya
Sementara itu, seiring dengan surutnya permukaan air banjir, kondisi jalur mulai menunjukkan perbaikan. Ruas antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi telah dapat dilalui dengan kecepatan sangat rendah, yakni maksimal 10 km per jam.
"Kami terus berupaya memulihkan kondisi jalur untuk normalisasi operasi secara bertahap," ujarnya.
Meski telah dapat dilintasi secara terbatas, pola operasi kereta api masih perlu disesuaikan hingga infrastruktur dinyatakan benar-benar aman. Insiden gangguan ini berawal sejak Minggu (18/1), di mana banjir di wilayah Pekalongan menyebabkan terputusnya jalur kereta api di Pantura Jawa Tengah. (*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |