Menu MBG Dinilai tidak Layak, Orang Tua Siswa di Medayu Banjarnegara Ancam Demo
TIMES Jateng/SPBG Linggamerta di Linggasari Banjarnegara. (FOTO: Muchlas Hamidi/ TIMES Indonesia)

Menu MBG Dinilai tidak Layak, Orang Tua Siswa di Medayu Banjarnegara Ancam Demo

Menu ini dinilai tidak sesuai atau tidak pantas, banyak menu yang tidak dimakan. Menu kering hari Senin misalnya berupa kacang rebus, buah Kelengkeng, lemet (makanan dari singkong) dan telur.

TIMES Jateng,Selasa 2 Desember 2025, 15:09 WIB
9.9K
M
Muchlas Hamidi

BanjarnegaraOrang tua siswa penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) asal Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menyayangkan makanan yang diberikan tidak layak dikonsumsi oleh anak.

‎Oleh karena itu ia meminta menu makanan dari SPBG hendaknya diperbaiki dengan menyajikan menu yang lebih familiar bagi dan jangan asal-asalan.

‎"Jika jatah MBG tidak dimakan oleh anak - anak maka bertentangan dengan tujuan utama MBG. Kan sudah jelas dan gamblang bahwa fokus program MBG menciptakan generasi yang sehat dan produktif," ungkap Suyamah SH, mewakili orang tua siswa kepada TIMES Indonesia, Senin (1/12/2025).

‎Disampaikan juga bahwa selama dua hari ini, Senin - Selasa (1 -2/12/2025) siswa penerima manfaat MBG yang diampu oleh SPPG Linggamerta, Linggasari Kecamatan Wanadadi. MBG yang disajikan adalah makan kering. 

‎Menu ini dinilai tidak sesuai atau tidak pantas, banyak menu yang tidak dimakan. Menu kering hari Senin misalnya berupa kacang rebus, buah Kelengkeng, lemet (makanan dari singkong) dan telur.

‎"Kita sudah berkali - kali komplain tapi ya tidak pernah ada perhatian. Saya kira anak-anak lebih jujur, jika mereka tidak memakan jatah MBG, dipastikan karena tidak suka atas makanan yang disajikan," tuturnya didampingi ibu - ibu yang lain.

article

Kacang rebus, telur, lemet dan kelengkeng yang menjadi menu MBG dinilai tidak layak oleh orang tua murid di Banjarnegara.

‎Oleh karena itu lanjut dia, ibu - ibu sudah izin pihak sekolah, jika tidak ada perubahan menu yang lebih baik, ia dan dan kawan - kawan akan menggelar aksi demonstrasi.

‎"Atau kalau boleh usul sebaiknya dibagi uang saja, biar - ibu si anak yang memasak kan lebih tahu seleranya masing - masing," imbuh Suyamah berseloroh.

‎Kepala SPPG Linggamerta, Linggasari Kecamatan Wanadadi Rifai Nur Pratama SPd saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Selasa (2/12/2025) terkesan tertutup.

‎Pun demikian ia menyampaikan jika masukan terkait menu akan menjadi bahan evaluasi. Rifai juga menambahkan jika SPBG yang dikelolanya mengampu 3000 siswa.

‎Terpisah anggota DPRD Banjarnegara Ibrahim menyampaikan bahwa program MBG memiliki tugas menciptakan generasi yang sehat dan produktif sehingga menu hendaknya disesuaikan dengan anggaran yang telah ditentukan.

‎"Saya kira jika menu disesuaikan dengan harga yang ada, tidak akan terjadi masalah bagi penerima manfaat," ujarnya seraya menyebut bahwa anggota DPRD Banjarnegara secara kolektif menjadi tim pengawas dalam kegiatan ini di daerah Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.