Kekeringan Menghempas, Warga Kalitengah Banjarnegara Andalkan Air Belik untuk Minum
Dampak kekeringan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi warga, namun juga para petani padi, khususnya di lahan tadah hujan.
BANJARNEGARA – Kekeringan yang melanda daerah selatan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah semakin meluas, dari 12 desa, kini menjadi 14 desa di 8 Kecamatan.
Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak buruk yang bakal terjadi mengingat mendekati puncak musim kemarau.
Pantauan TIMES Indonesia di lapangan melaporkan, dampak kekeringan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi warga, namun juga para petani padi, khususnya di lahan tadah hujan.
Kalaksa BPBD Banjarnegara Aji Piluroso melalui Kasi Darlog, Raib Sekhudin, hingga Senin (27/7/2026) kemarin, air bersih yang disalurkan kepada warga sebanyak 403 Trip atau 1.925.400 liter dengan jumlah penerima 4.297 KK (13.899 jiwa) tersebar di 14 desa dan 3 kelurahan di 8 Kecamatan.
Desa yang sudah didroping air bersih meliputi, Somawangi, Jalatunda dan Kaliwungu berada di wilayah Kecamatan Mandiraja.
Kemudian Desa Merden dan Kaliajir (Purwanegara), Desa Serang, Gemuruh, Kebondalem dan Wanadri (Bawang), Desa Duren, Kebutuh Duhur dan Kebutuh Jurang (Pagedongan), Desa Sigaluh, dan Kelurahan Rejasa, Wangon dan Kutabanjarnegara.
Seiring meluasnya dampak kekeringan BPBD Banjarnegara juga berupaya melakukan pencarian sumber air bersih sebagai cadangan pemenuhan droping air bersih warga.
Sumur Mengering warga Manfaatkan Air Belik
Sementara beberapa desa yang kini terancam kekeringan diantaranya Petir di Kecamatan Bawang dan Kalitengah di Kecamatan Purwanegara.
Di Desa Petir warga masih bertahan dengan memanfaatkan air resapan di Sungai Sapi untuk mencukupi kebutuhan sehari - hari.
Sedang warga di Desa Kalitengah memanfaatkan sumber mata air 'belik' yang ada dipinggiran hutan desa setempat.
"Setiap hari kami, berjalan 1 km untuk mengambil air di sumber mata air Gandok," ujar Ny Satini (50) warga 03/3 Kampung Kromong Desa Kalitengah, Purwanegara.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Eko (40). "Alhamdulillah, hari ini saya sudah tiga kali atau dapat 6 jerigen air bersih. Warga sini memang sudah kesulitan air bersih,' tuturnya.
Terpisah Kades Kalitengah Satimin saat ditanya TIMES Indonesia mengakui, jika setiap musim kemarau warganya selalu kesulitan air bersih.
Oleh karena itu kita berkali - kali mengajukan bantuan pembuatan sumur bor ke pemkab, namun belum terealisasi. Pun demikian, pihak pemdes sudah berhasil membuat sumur gali di daerah - daerah yang memiliki sumber mata air.
"Alhamdulillah, dua sumur yang kami buat masih ada airnya walau tidak banyak. Kami juga sedang melakukan pendataan daerah mana saja yang paling kritis air bersih untuk meminta bantuan droping air ke BPBD Banjarnegara," imbuh Satimin. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

