Vaksinasi tahap ketiga atau vaksinasi booster di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hingga saat ini baru mencapai 7 persen dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 30 per ...
CILACAP – Vaksinasi tahap ketiga atau vaksinasi booster di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hingga saat ini baru mencapai 7 persen dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 30 persen setiap daerah.
Sehingga untuk mencapai target tersebut perlu dilakukan strategi atau teknik khusus, salah satunya dengan percepatan vaksinasi pada masing-masing kecamatan di seluruh Kabupaten Cilacap.
Strategi ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Cilacap Tahun 2022 yang digelar di NS Hotel Cilacap, Senin (4/4/2022).
Rapat koordinasi (Rakor) dihadiri Sekda Cilacap Awaluddin Muuri, Asisten I Sekda Dian Setyabudi, Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro, Kasdim 0703 Cilacap Mayor Inf Abdul Asis Lallo, dan Kepala Dinas Kesehatan dr Pramesti Griana Dewi.

Rakor juga dihadiri seluruh Camat, Kepala UPTD Puskesmas, Kapolsek, dan Danramil se-Kabupaten Cilacap.
Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro mengatakan, rakor percepatan vaksinasi menjelang Idul Fitri ini guna mengejar target vaksin untuk lansia.
Serta vaksin booster di mana sebagai persyaratan mudik. "Bagi pemudik yang sudah vaksin dosis 2 harus dilakukan swab antigen, sedangkan yang sudah vaksin booster bisa langsung mudik," kata Eko.
Menurut Kapolres, strateginya yaitu melihat kembali data sebelumnya, khususnya dosis 2 dan booster di mana masih rendah.
Seperti diketahui, imbuhnya, pemerintah menargetkan setiap daerah vaksin booster minimal mencapai 30 persen. "Dan hal ini harus segera kita capai. Strateginya yaitu kerja sama. Bagaimana komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bisa terbangun dengan baik," ungkapnya.
Sehingga persoalan mencapai target itu bisa cepat diselesaikan dan bisa tercapai. Kapolres berharap, semoga di akhir sebelum menjelang Idul Fitri ini rampung.
"Apa yang kita inginkan bisa tercapai semuanya, dengan catatan ada kesepakatan bersama untuk tujuan bersama menuntaskan vaksinasi," tandas Eko Widiantoro.
Sementara, Asisten I Sekda Cilacap Dian Setyabudi menekankan, vaksin booster paling tidak mencapai 30 persen. Dian menegaskan, rakor ini untuk menyukseskan program vaksinasi. "Karena memang pemerintah itu mensyaratkan orang yang mudik harus vaksin booster," katanya.
Dian menambahkan, Cilacap bukan mudik, tapi menerima Pemudik. Supaya tidak tertular, katanya, pihaknya berusaha di bulan puasa ini vaksinasi booster terus dilaksanakan.
"Sekarang vaksin booster di Cilacap baru mencapai 7 persen, kita bekerja keras untuk mencapai 30 persen. Dan harus berjuang," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi menyadari bahwa mungkin masyarakat merasa sudah kuat, sudah cukup dosis 1 dan 2.
"Apalagi melihat saat ini sudah melandai, sudah seperti biasa. Terbukti sekarang prokesnya sudah mengendor, sehingga masyarakat berdalih nggak perlulah vaksin booster lagi," ucap Pramesti.
Namun, di pihak lain, Pramesti justru berpendapat bahwa ini sangat penting untuk menguatkan antibodi masyarakat guna meningkatkan kembali (imunitasnya), karena walaupun sudah dosis 1 dan 2 tetapi ada penurunan kadar antibodi dari kita sehingga perlu dilakukan booster (penguat).
Sebab, untuk menuju ke endemi sangat dibutuhkan antibodi yang cukup di masyarakat. Maka harus dicapai booster minimal 30 persen.
Syarat booster, katanya, setelah 3 bulan menerima vaksin dosis 2. Dulu memang 6 bulan, namun sekarang setelah ada ketentuan baru cukup 3 bulan. "Sehingga sudah banyak yang bisa. Hanya mungkin pemahaman masyarakat bahwa vaksin booster itu penting. Jangan hanya cukup dosis 1 dan 2," ungkapnya.
Terkait rapat koordinasi, menurut Pramesti untuk menyatukan langkah di lapangan seperti Camat, Kapolsek, Danramil, dan Kepala Puskesmas digerakkan di masing-masing wilayah untuk bisa langsung menyasar masyarakat yang belum divaksin booster.
Pramesti mengimbau masyarakat untuk melengkapi dengan vaksinasi booster supaya antibodi di dalam tubuh tetap tinggi, sehingga tidak akan terinfeksi Covid-19 lagi. Ditanya kasus Covid di Cilacap, Pramesti mengatakan saat ini ada 36 kasus. "Insya Allah trennya melandai," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




