Ruwat Bumi Desa Sirukun Banjarnegara: Kirab Pusaka dan Seribu Tenong Jadi Simbol Syukur
Prosesi kirab seribu Tenong berisi makanan khas Desa Sirukun. (FOTO: Kominfo Banjarnegara)

Ruwat Bumi Desa Sirukun Banjarnegara: Kirab Pusaka dan Seribu Tenong Jadi Simbol Syukur

Masyarakat Desa Sirukun Banjarnegara menggelar Ruwat Bumi dengan kirab 1.000 tenong dan benda pusaka. Tradisi ini menjadi potensi kuat untuk pengembangan desa wisata budaya.

TIMES Jateng,Selasa 5 Mei 2026, 20:47 WIB
1.1K
M
Muchlas Hamidi

BanjarnegaraMasyarakat Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, menggelar tradisi Ruwat Bumi dengan khidmat, Selasa (5/5/2026). Kirab pusaka dan iring-iringan seribu (1.000) tenong menjadi momen paling sakral dalam perhelatan budaya ini.

Tenong-tenong yang berisi aneka makanan khas Desa Sirukun tersebut dikirab oleh kaum perempuan berkeliling desa. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.

Selain tenong, tampak dua gunungan berisi sayuran dan buah-buahan hasil kebun setempat turut dikirab bersama benda pusaka leluhur. Puncak acara ditandai dengan doa bersama dan makan bersama (kembul bujana) di lapangan Desa Sirukun. Kemeriahan semakin terasa dengan adanya pertunjukan seni, parade drumband, selawatan, hingga pagelaran wayang kulit.

article

Agenda Tahunan dan Pemersatu Warga

Kepala Desa Sirukun, Karli, mengungkapkan bahwa Ruwat Bumi merupakan agenda tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.

"Ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Sirukun karena bumi telah menghasilkan banyak tukulan atau rezeki," ujar Karli.

Ia menambahkan, selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan memupuk persatuan warga. "Kegiatan ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Kami berharap warga Desa Sirukun semakin kompak, makmur, dan maju," imbuhnya.

Potensi Menjadi Desa Wisata

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara, Kuat Herry Isnanto. Ia menilai kegiatan ini sarat akan nilai kearifan lokal dalam upaya nguri-nguri (melestarikan) warisan leluhur.

article

“Ini kegiatan yang luar biasa, melestarikan budaya dengan menjunjung nilai kebersamaan dan kehidupan yang guyub rukun," kata Kuat Herry.

Ia menekankan agar semangat gotong royong ini terus dijaga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dalam membangun desa. Lebih lanjut, Kuat Herry mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Sirukun untuk mengajukan pembentukan desa wisata kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, Desa Sirukun telah memenuhi unsur Sapta Pesona. Daya tarik budaya lokal yang kuat, berpadu dengan kesadaran masyarakat yang tinggi, dinilai mampu menjadikan Sirukun sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.