Gandeng Penyuluh Agama, Baznas Banjarnegara Distribusikan Bantuan Sosial-Ekonomi
Baznas Banjarnegara menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi senilai Rp1,2 miliar untuk ribuan mustahik dan penyaluran kali ini melibatkan 139 penyuluh agama.
Banjarnegara – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara mulai menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi dengan total nilai lebih dari Rp1,2 miliar, Rabu (11/3/2026). Penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini dipusatkan di Aula Sasana Bhakti Praja Banjarnegara.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, Ketua DPRD, perwakilan Bank Indonesia Cabang Purwokerto, serta ratusan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara.
Mitra Strategis Baznas Banjarnegara
Ketua Baznas Banjarnegara, H. Sutedjo Slamet Utomo, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa penyuluh agama Islam merupakan mitra strategis sekaligus "pendekar" di lapangan. Menurutnya, para penyuluh adalah garda terdepan yang paling memahami kondisi nyata masyarakat.
"Penyaluran kali ini melibatkan 139 penyuluh agama. Total bantuan uang tunai dan sembako mencapai Rp695.000.000 yang diperuntukkan bagi 1.390 orang mustahik tetap di 266 desa dan 12 kelurahan," ujar Sutedjo.

Setiap penerima mendapatkan bantuan senilai Rp500.000. Selain itu, Baznas juga menyalurkan 1.700 paket sembako dengan total nilai Rp510.000.000 atau setara Rp300.000 per paket. Bantuan khusus juga diberikan kepada 950 pengemudi becak, kusir dokar, dan sopir angkot dalam bentuk boks sembako.
Sutedjo menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran. "Jangan sampai warga yang rumahnya sudah bagus malah menerima, sementara yang benar-benar membutuhkan terlewat. Ini harus tepat sasaran," tegasnya.
Dorong Kemandirian Ekonomi
Tak hanya bersifat konsumtif, Baznas Banjarnegara juga menjalankan program pelatihan ekonomi produktif. Program tersebut meliputi kursus mencukur, bengkel motor, pengolahan makanan, hingga pengelasan.
Langkah ini bertujuan agar para penerima manfaat (mustahik) ke depan memiliki kemandirian ekonomi dan bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki).
"Kita ingin melalui pelatihan ini angka kemiskinan berkurang. Yang tadinya menerima, harapannya jika sudah sukses bisa berganti menjadi pemberi," tambah Sutedjo seraya menjamin pengelolaan dana Baznas dilakukan secara transparan sesuai regulasi.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengapresiasi konsistensi Baznas dalam mengelola dana ZIS dari para ASN untuk kepentingan rakyat. Menurut Bupati, sinergi ini menjadi solusi efektif dalam pengentasan kemiskinan di tengah penyesuaian anggaran daerah.
"Meski anggaran daerah sedang mengalami penyesuaian, sinergi dengan Baznas dianggap sebagai solusi efektif menekan angka kemiskinan di Banjarnegara," pungkas dr. Amalia Desiana. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


