Gunung Pawinihan Banjarnegara Longsor, Warga Khawatirkan Pola Pengelolaan Lahan
Longsor di Gunung Pawinihan Banjarnegara mengancam lahan pertanian warga. Pemuda Muhammadiyah desak evaluasi pola pengolahan lahan lindung Perhutani.
Banjarnegara – Tebing di lereng Gunung Pawinihan Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara longsor. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, karena lokasi cukup jauh dari rumah penduduk.
Namun material longsoran tampak menggunung di aliran sungai kampung Kalidondong Desa Pekandangan dan mengancam lahan buah salak, sumber matar air alami bahkan rumah penduduk yang jaraknya sekitar 1 km.
Sejumlah warga Desa Pekandangan kepada TIMES Indonesia, menuturkan, longsor yang terjadi pada Sabtu sore lalu membuat kekhawatiran dimasa mendatang akibat kegiatan pengolahan lahan milik Perhutani di Gunung Pawinihan.
"Lahan perhutani di Gunung Pawinihan tersebar di Desa Pekandangan, Kendaga, Prendengan, Beji dan Sijeruk," kata warga Pekandangan, Senin (11/5/2026).
Terpisah Sekdes Pekandangan, Suswanto saat dikonfirmasi via WhatsApp mengakui pihak Pemdes belum mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah ini.
"Sepengetahuan kami, yang longsor kemarin itu masuk di kawasan hutan lindung. Bukan di hutan produksi, jadi tidak termasuk wilayah kawasan hutan yang di MOU kan antara Perhutani dan masyarakat," ujarnya.
Siswanto juga menjelaskan bahwa sebagian besar para 'pesanggem' itu juga memanfaatkan lahan dibawah tegakan untuk menanam HPT dan pohon buah dan sebagian kopi.
"Memang ada juga petani yang menanam pohon pisang dan kapulaga padahal sudah diberi peringatan," imbuhnya.
Terpisah Pemuda Muhamadiyah Pekandangan mengaku prihatin sekaligus menyampaikan pernyataan sikap menyusul adanya longsor di Gunung Pawinihan.
Mereka menilai berdasarkan kondisi di lapangan, bahwa kerusakan lingkungan dan longsor yang terjadi tidak terlepas dari pola pengelolaan lahan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian alam, seperti melindungi tanaman keras penyangga di lereng.
Oleh karena itu Pimpinan Rating Muhamadiyah Desa Pekandangan mendesak seluruh pihak yang mengelola dan menggarap lahan di Kawasan Gunung Pawinihan agar lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan lahan tersebut dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.
Meminta Pemdes Pekandangan dan pihak terkait untuk segara melakukan kajian dan langkah penanganan titik lahan rawan longsor guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.
Pemuda Muhamadiyah Pekandangan juga mengajak masyarakat untuk kembali menggalakkan penanaman pohon keras dan tanaman konservasi yang mampu menjaga struktur tanah dan sumber mata air.
Mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, tokoh agama dan pemerintah untuk bersama - sama menjaga kelestarian Gunung Pawinihan sebagai bagian penting kehidupan masyarakat Desa Pekandangan.
Dengan tegas mereka juga menolak segala bentuk pengolahan lahan yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek namun mengabaikan dampak lingkungan dan keselamatan warga.
Sementara itu Kalaksa BPBD Banjarnegara Aji Piluroso saat dikonfirmasi menyampaikan prihatin dan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk turun ke lokasi bencana longsor di Dukuh Kalidondong Desa Pekandangan Kabupaten Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

