Bentengi Budaya Lokal, Pemkab Banjarnegara Gelar Pekan Inovasi dan Budaya Daerah 2026
Pemkab Banjarnegara resmi membuka Pekan Inovasi dan Budaya Daerah 2026 di Balai Budaya. Agenda ini memadukan pameran inovasi, teknologi, dan seni tradisi.
Banjarnegara – Untuk membentengi budaya lokal dari arus globalisasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara menggelar Pekan Inovasi dan Budaya Daerah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 di Balai Budaya setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ke depan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (19/6/2026).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Ir Wiwik Yuliajani MT, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah Drs H Muhammad Arif Irwanto MSi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menegaskan bahwa di era saat ini, inovasi dalam tata kelola pemerintahan (good governance) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban untuk memotong jalur birokrasi.

"Jangan sampai ada istilah 'kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah'. Prinsip kita harus mempermudah masyarakat. Saya minta Kepala Baperida mencatat betul OPD mana saja yang programnya berjalan monoton dan tanpa inovasi. Itu akan menjadi catatan besar," tegas Wakhid Jumali.
Langkah Strategis Pemkab Banjarnegara
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Baperida) Banjarnegara, Teguh Handoko S.Sos dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini diinisiasi sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk memacu inovasi sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal. Menurutnya, Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi besar di bidang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin mengintegrasikan kreativitas masyarakat, teknologi, serta seni tradisi agar dapat diperkenalkan lebih luas, terutama kepada generasi muda," kata Teguh.
Teguh menjelaskan, panitia menyediakan 25 stan pameran dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar SMA/SMK, perguruan tinggi, hingga lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Disparbud dan Dinkop UKM.
"Tidak hanya pameran inovasi, acara ini juga dimeriahkan dengan kompetisi e-sport, talkshow edukatif, hingga pementasan seni musik tradisional," imbuhnya.
Membangun Ekosistem Inovasi Humanis
Sementara itu, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr Ir Wiwik Yuliajani menilai langkah Pemkab Banjarnegara dalam membangun ekosistem berbasis inovasi kemasyarakatan sangat strategis. Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium atau ruang diskusi akademik, melainkan harus hadir untuk menyelesaikan persoalan riil di daerah.
"Salah satu contoh nyata yang dipamerkan di sini adalah teknologi cetak solar untuk solusi daya," kata Wiwik.
Wiwik juga mengapresiasi pementasan tari dari anak-anak disabilitas netra dan rungu yang tampil dalam acara pembukaan tersebut.

"Itu adalah contoh nyata bahwa inovasi humanis dan pengembangan SDM adalah kunci, karena inovasi yang sukses harus berdampak langsung pada kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BRIDA Jawa Tengah, Drs H Muhammad Arif Irwanto MSi mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi.
"Dengan ratusan SMA/SMK dan perguruan tinggi di Jawa Tengah, ekosistem inovasi harus terus diperbarui setiap hari agar daerah memiliki daya saing yang tinggi," kata Muhammad Arif Irwanto di Balai Budaya Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

