PWNU Jateng Siap Kelola MBG: "Pesantren Lebih Berpengalaman Masak untuk Ribuan Santri"
TIMES Jateng/Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (tengah) didampingi jajaran pengurus. (FOTO: ANTARA/Dokumen Pribadi)

PWNU Jateng Siap Kelola MBG: "Pesantren Lebih Berpengalaman Masak untuk Ribuan Santri"

PWNU Jateng tegaskan kesiapan pesantren kelola program Makan Bergizi Gratis. Dengan pengalaman masak untuk ribuan santri sehari-hari, pesantren dinilai lebih siap daripada pihak lain dengan anggaran Rp10.000 per porsi.

TIMES Jateng,Selasa 14 Oktober 2025, 22:13 WIB
2.2K
A
Antara

SEMARANGPengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh pondok pesantren dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keyakinan ini didasari pengalaman panjang pesantren dalam mengelola dapur untuk memenuhi kebutuhan makan ribuan santri setiap hari.

Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan kapasitas pesantren dalam manajemen katering skala besar. "Pesantren jauh lebih siap. Karena sebelum ada MBG pun, dapur pesantren itu masak ribuan kali, tiga kali dalam sehari. MBG itu kan cuma sehari," ujarnya usai rapat pleno pengurus harian PWNU Jateng di Semarang, Selasa (14/10/2025).

Gus Rozin, panggilan akrabnya, mengapresiasi jika program MBG melibatkan pesantren sebagai pelaksana. "Dan selama ini, kalau kami melihat, MBG pesantren di Jawa Tengah ini belum banyak. Baru sekitar 11 atau 12 MBG berbasis pesantren. Saya kira itu bisa menjadi pertimbangan BGN (Badan Gizi Nasional) dalam hal ini," kata Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen tersebut.

Dari aspek anggaran, pesantren dinilai mampu menyajikan menu bergizi dengan anggaran yang ditetapkan. "Anak-anak pesantren itu biasanya di tempat saya itu misalnya satu kali makan itu maksimal Rp3.400. Nah dengan budget Rp10.000 ini sudah sangat bagus untuk mendukung santri karena selama ini kan santri itu cukup independen," jelas Gus Rozin.

Kapasitas operasional juga bukan menjadi hambatan. Ia mencontohkan pesantren besar seperti di Sarang, Rembang dan Tegalrejo, Magelang yang masing-masing menampung 15.000-20.000 santri. "Sarang itu satu komplek bisa sampai berapa itu, 20.000 atau 15.000 santri di satu pesantren, itu empat MBG (SPPG, red.) sendiri di situ untuk satu pesantren, Tegalrejo juga bisa 15.000 dalam satu pesantren. Selama ini tanpa MBG gak ada yang keracunan, gak ada yang terluka juga," tegas Gus Rozin, menekankan rekam jejak pesantren dalam mengelola konsumsi massal dengan aman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Tengah, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.