Wabup Ahmad Kholid Dukung Pengembangan Pasar Slumpring, Potensi Wisata dan UMKM Tegal Kian Bersinar
Pasar Slumpring bukan sekadar destinasi untuk menghabiskan akhir pekan, tetapi menjadi ruang yang menghidupkan kembali tradisi sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.
TEGAL – Deretan rumpun bambu yang menjulang tinggi menyambut setiap langkah pengunjung yang memasuki Pasar Slumpring di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
Cahaya matahari yang menembus sela-sela dedaunan pun menciptakan suasana teduh, sementara aroma kuliner tradisional menguar dari lapak-lapak sederhana yang berjajar rapi di sepanjang jalur wisata.
Di tempat inilah Desa Cempaka, wisata alam berpadu dengan budaya dan semangat gotong royong masyarakat.
Pasar Slumpring bukan sekadar destinasi untuk menghabiskan akhir pekan, tetapi menjadi ruang yang menghidupkan kembali tradisi sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.
Minggu (28/6/2026), suasana Pasar Slumpring terasa lebih semarak. Puluhan anak mengikuti lomba melukis tingkat PAUD dan SD/MI.
Dengan penuh antusias, mereka menuangkan imajinasi di atas kanvas, diiringi riuh tepuk tangan orang tua dan para pengunjung yang menikmati kesejukan kawasan wisata.
Momentum tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid.
Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan wisata berbasis masyarakat yang selama ini tumbuh dari semangat swadaya warga.
Sebelum berkeliling menikmati kawasan wisata, Ahmad Kholid menyerahkan trofi kepada para pemenang lomba melukis.
Senyum bangga terpancar dari wajah anak-anak yang berhasil membawa pulang penghargaan, menjadi bagian dari cerita hangat yang mewarnai akhir pekan di Pasar Slumpring.
Menurut Ahmad Kholid, potensi Pasar Slumpring di Desa Cempaka ini sangat besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tegal.
"Wisata ini layak berkembang dan akan mampu mendongkrak pendapatan asli desa sekaligus membuka peluang pekerjaan, terutama bagi masyarakat sekitar dan Kami siap mendukung perkembangan wisata" ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Hampir seluruh aktivitas di Pasar Slumpring melibatkan masyarakat desa.
Mulai dari pedagang kuliner tradisional, pelaku UMKM, kelompok seni, hingga para pemuda yang mengelola kawasan wisata secara gotong royong.
Di setiap sudut kawasan, pengunjung dapat menemukan beragam makanan khas yang disajikan dengan satu konsep sederhana menggunakan peralatan berbahan bambu.
Suasana pedesaan yang masih alami menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan.
Setelah berkeliling diantara jajanan tradisional Ahmad Kholid melanjutkan kunjungannya ke Danau Tuk Mudal yang berada tidak jauh dari lokasi.
Danau dengan panorama hijau yang masih asri tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu bersama Pasar Slumpring sehingga mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan.
Wakil Bupati Ahmad Kholid pun menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut.
Dukungan itu mencakup peningkatan fasilitas, promosi wisata, pembinaan pelaku UMKM, hingga peningkatan kualitas pelayanan agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lain.
Sementara, Pengelola Wisata Pasar Slumpring Desa Cempaka Abdul Khayyi, mengatakan pihaknya terus menghadirkan berbagai kegiatan kreatif sebagai daya tarik wisata.
"Kami rutin menggelar berbagai event dengan berkolaborasi bersama banyak pihak, termasuk lomba melukis anak- anak hingga permainan tradisional sebagai magnet pengunjung.
Kehadiran Wakil Bupati menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan wisata ini," katanya.
Kesuksesan Pasar Slumpring menjadi bukti bahwa destinasi wisata tidak selalu dibangun dengan investasi besar dan bangunan megah.
Berbekal kekayaan alam, budaya lokal, serta semangat kebersamaan masyarakat, kawasan ini mampu menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Di bawah rindangnya rumpun bambu, harapan itu terus tumbuh. Setiap pengunjung yang datang bukan hanya membawa pulang kenangan, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa.
Pasar Slumpring pun perlahan menjelma menjadi wajah baru pariwisata Kabupaten Tegal, sebuah destinasi yang menjaga tradisi, merawat alam, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Cempaka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

