Final Four Proliga 2026: Di Balik 'Formalitas' Semarang, Ada Risiko Eliminasi Bagi JPE
Di atas kertas, seri penutup ini dianggap sebagai formalitas bagi dua raksasa, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro (JPE).
JAKARTA – Setelah tensi tinggi di Solo mereda, panggung Proliga 2026 sebagai kasta tertinggi voli profesional tanah air kini bergeser ke GOR Jatidiri, Semarang, mulai Kamis (16/4/2026).
Di atas kertas, seri penutup ini dianggap sebagai formalitas bagi dua raksasa, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro (JPE).
Namun, jika menelisik lebih dalam, tiket Grand Final di Yogyakarta belum sepenuhnya terkunci rapat bagi sang juara bertahan JPE.
Kedua tim memang sama-sama mengoleksi tiga kemenangan. Namun, jurang lebar terlihat pada rasio set.
Phonska Plus tampil perkasa dengan rasio 2.5000, sementara JPE tertatih di angka 1.3750. Perbedaan mencolok ini menjadi sinyal bahaya bagi skuad asuhan Bulent Karsioglu.
Jika Megawati Hangestri dkk. tampil kurang disiplin atau terjebak dalam strategi 'memilih lawan', mengingat memori pahit musim 2025 mereka bisa hancur oleh serangan balik Popsivo Polwan.
Bagi Phonska Plus, satu poin tambahan di Semarang sudah cukup untuk mengamankan posisi.
Sebaliknya, JPE wajib menang murni di laga pembuka jika tak ingin laga pamungkas melawan Phonska Plus pada Minggu (19/4/2026) berubah menjadi laga hidup-mati (eliminasi).
Menanggapi situasi krusial ini, kedua pelatih memberikan pernyataan yang kontras terkait kesiapan mental anak asuhnya di Semarang.
Alessandro Lodi, head coach Gresik Phonska Plus mengatakan bahwa rasio set yang bagus adalah buah dari disiplin sejak fase reguler, tapi ia mengaku tidak ingin bersantai.
"Di Semarang, target kami tetap menjaga standar permainan. Kami butuh poin tambahan untuk mengunci tempat secepat mungkin agar bisa melakukan manajemen fisik pemain sebelum menuju Yogyakarta," ujarnya.
Sementara itu Bulent Karsioglu head coach Jakarta Pertamina Enduro menegaskan, Ia mengaku tahu banyak yang membicarakan kemenangan susah payah mereka, tapi yang terpenting adalah mentalitas untuk menang.
"Kami tidak akan bermain dengan api seperti musim lalu. Menghadapi Popsivo Polwan adalah prioritas utama. Kami harus menyelesaikan tugas lebih awal sebelum bertemu Phonska Plus agar tidak terjebak dalam situasi eliminasi di hari terakhir," tegas pelatih asal Turki ini.
Volimania tanah air kini menanti apakah konsistensi JPE mampu terjaga di garis aman. Jika JPE tersandung di awal seri Semarang, maka laga Minggu (19/4/2026) malam, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental juara mereka.
Duel melawan Phonska Plus bukan lagi sekadar perebutan posisi puncak klasemen, melainkan upaya terakhir untuk menghindari kegagalan melaju ke partai puncak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

