Berkah Ramadan: Pesanan Anyaman Bambu di Randudongkal Pemalang Banjir Order
Kerajin anyaman bambu di Desa Cibuyur, Pemalang, kebanjiran pesanan hingga 5.000 keranjang parsel Lebaran. Produknya tembus pasar Jakarta hingga Surabaya.
Pemalang – Menjelang Lebaran, para perajin anyaman bambu di Desa Cibuyur, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mulai kewalahan melayani pesanan keranjang parsel. Peningkatan permintaan ini tercatat sudah terjadi sejak awal bulan Ramadan.
Meski Hari Raya Idulfitri masih beberapa pekan lagi, desa yang dikenal dengan gelaran Festival Bambu Sumpring Nasional ini tampak sibuk. Tidak hanya keranjang parsel, produk anyaman lain seperti tempat buah dan tempat tisu juga laris manis dipesan pelanggan.
Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnodo, mengungkapkan bahwa pesanan tidak hanya datang dari sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, tetapi juga merambah hingga ke Jakarta.


"Alhamdulillah berkah Ramadan, pengrajin anyaman bambu banjir orderan. Dari beberapa dinas saja hari ini ada 600 pesanan keranjang parsel Lebaran," ujar Yoyok kepada TIMES Indonesia, Minggu (1/3/2026).
Produksi Meningkat Hingga 5 Ribu Pcs
Tingginya antusiasme konsumen membuat para perajin harus bekerja ekstra. Yoyok menjelaskan bahwa total pesanan yang masuk hingga saat ini mencapai kurang lebih 5.000 pcs (buah). Jumlah ini meningkat drastis hingga ribuan unit dibandingkan hari biasa.
Mengenai harga, keranjang parsel dari bambu sumpring ini dibanderol bervariasi tergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan anyaman.

"Harganya tergantung ukuran, mulai dari Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per unit," jelas Yoyok.
Jangkauan Pasar Nasional
Produk kerajinan khas Cibuyur ini telah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia, seperti Yogyakarta, Klaten, Surabaya, hingga Kediri. Selain barang fungsional, para perajin juga memproduksi barang dekoratif dan antik seperti lampu dinding, tempat koran, hingga pincuk makan.
Melihat potensi yang besar, Yoyok berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam hal pengembangan kapasitas perajin.
"Harapan kami semoga ada perhatian dan pelatihan dari pemerintah agar hasil karya pengrajin di sini bisa terus bersaing secara nasional," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



