https://jateng.times.co.id/
Berita

Desa Tempur Terisolasi: 18 Titik Longsor Putus Akses Jalan Utama di Jepara

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:09
Ribuan Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi Akibat 18 Titik Longsor Kondisi jalan utama di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tertutup material longsoran karena longsor terjadi di puluhan titik, Sabtu (10/1/2026). (Foto: ANTARA/HO-BPBD Jepara)

TIMES JATENG, JEPARA – Bencana tanah longsor berskala besar melanda Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Jumat (9/1). Akibatnya, ribuan warga kini terjebak karena seluruh akses jalan keluar-masuk desa terputus sepenuhnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa hasil penilaian di lapangan menunjukkan kondisi kerusakan yang sangat serius.

"Dari hasil asesmen awal, terdapat 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis yang terjadi pada Jumat (9/1) setelah diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan akses ke luar masuk Desa Tempur terputus total," ujar Arwin di Jepara, Minggu (11/1/2026).

Dua titik paling kritis diidentifikasi berada di area pertigaan spot foto "Selamat Datang", di mana jalan sepanjang 50 meter hilang tersapu aliran Sungai Gelis.

"Titik kritis lainnya berada di Jembatan Mbah Sujak. Di lokasi itu, badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter akibat sungai yang berpindah aliran," tambahnya.

Selain jalan, longsor juga merusak sedikitnya enam rumah warga, merobohkan tiang listrik yang memicu pemadaman total, serta menghanyutkan puluhan hektare lahan persawahan.

Kendala Evakuasi dan Penanganan Darurat

Hingga saat ini, BPBD Jepara telah mengerahkan personel untuk melakukan pembersihan material dan mendirikan dapur umum. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal dalam membuka blokade jalan.

"Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, tetapi belum tuntas karena terkendala kondisi cuaca," jelas Arwin.

Material batu besar yang terus berjatuhan dari tebing serta cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan menjadi tantangan utama tim di lapangan. Untuk itu, BPBD tengah mengupayakan tambahan alat berat berupa ekskavator tipe PC-75 dan mesin penyemprot air (alkon).

Data Sektor Pertanian Masih Dihimpun

Selain kerugian fisik pada bangunan dan jalan, sektor ekonomi warga yang bergantung pada pertanian juga terdampak parah.

"Untuk data rinci potensi kerugian di sektor pertanian saat ini masih dalam tahap pendataan," pungkas Arwin.

Operasi pembersihan dilanjutkan kembali pada hari Minggu ini dengan tetap memantau pergerakan cuaca demi keselamatan petugas. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jateng just now

Welcome to TIMES Jateng

TIMES Jateng is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.