https://jateng.times.co.id/
Berita

Polresta Magelang Kerahkan Pasukan Bhayangkara di Lokasi Longsor Borobudur

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:37
Waspada Longsor Susulan, Pasukan Bhayangkara Amankan Pengungsian Ngadiharjo Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, saat mengunjungi para pengungsi akibat tanah longsor. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

TIMES JATENG, MAGELANG – Merespons bencana tanah longsor yang dipicu hujan deras di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Polresta Magelang mengerahkan personel "Pasukan Bhayangkara" untuk berjaga di lokasi bencana dan titik-titik pengungsian warga.

Kehadiran petugas kepolisian bertujuan untuk menjamin keamanan pemukiman yang ditinggalkan pengungsi, membantu proses evakuasi, serta memastikan keselamatan warga yang terdampak langsung oleh pergerakan tanah.

Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menegaskan bahwa jajarannya bersiaga penuh demi memberikan rasa aman di tengah situasi darurat.

"Pasukan kami siagakan di lokasi longsor dan tempat pengungsian untuk memastikan situasi tetap kondusif serta siap membantu warga jika terjadi keadaan darurat," ungkapnya saat meninjau lokasi, pada Kamis (15/1/2026).

Kondisi-tanah-longsor.jpgKondisi tanah longsor yang nyaris mengenai rumah warga. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

Bencana awal terjadi pada Senin (12/1/2026) sore, saat tebing setinggi 8 meter ambrol dan menutup akses jalan lingkungan. Material longsor dilaporkan mengenai tembok rumah warga serta mengancam keselamatan keluarga Sriwoto yang terdiri dari empat jiwa.

Tak berselang lama, pada pukul 18.30 WIB terjadi longsor susulan di titik yang berbeda. Kali ini, material tanah menutup total akses jalan penghubung antara Desa Ngadiharjo dan Desa Giripurno, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Peringatan Dini dan Evakuasi Mandiri

Situasi sempat mencekam pada Kamis (15/1/2026) dini hari. Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) curah hujan di Dusun Tanjung mengeluarkan alarm status 'SIAGA' pada pukul 23.30 WIB, yang kemudian meningkat menjadi status 'AWAS' satu jam kemudian.

Mendengar peringatan tersebut, warga secara sadar melakukan evakuasi mandiri menuju Balkondes Ngadiharjo untuk menghindari risiko jatuhnya korban jiwa. Hingga saat ini, tercatat dua rumah warga terancam dan satu bangunan masjid berada dalam kondisi rawan terdampak.

Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang bersama pemerintah desa dan aparat keamanan terus melakukan asesmen di lapangan. Sedangkan kebutuhan yang paling mendesak adalah logistik untuk mendukung kerja bakti pembersihan material serta bantuan dasar bagi para pengungsi.

Masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan petugas, mengingat potensi curah hujan tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Inti Rohyati salah satu warga, Dusun Sumbersari, Desa Ngargoretno menceritakan bahwa jalan atau akses keluar rumahnya juga tertutup tanah longsor. Untuk bisa keluar dari area rumahnya, ia harus berjuang melewati perkebunan.

"Kami tidak bisa keluar karena jalannya tertutup tanah longsoran, untuk bisa keluar kami harus liwat kebun dengan tanah yang becek," ungkapanya kepada TIMES Indonesia.

Ia dan keluarganya juga masih mengalami trauma karena pada longsor yang terjadi 2017 silam, mengakibatkan ruang tamu dan kamarnya mengalami rusak berat.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu, meskipun saat hujan turun, masih muncul rasa trauma dan was-was akan adanya longsor susulan," imbuhnya. (*)

Pewarta : Hermanto
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jateng just now

Welcome to TIMES Jateng

TIMES Jateng is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.