TIMES JATENG, YOGYAKARTA – Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan vokasi dengan menggelar Upgrading dan Recognition Current Competency (RCC). Kegiatan tersebut diperuntukan bagi para asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (30–31/8/2025) di Hotel Fortuna Grande, Seturan, Sleman, Yogyakarta.
Acara ini menjadi momentum penting bagi asesor kompetensi, tidak hanya di lingkungan LSP P1 ITNY, tetapi juga melibatkan asesor dari LSP P1 SMKNas Yogyakarta. Tujuannya adalah memperbarui sertifikat kompetensi yang berlaku tiga tahun sekali, sekaligus meningkatkan kualifikasi, profesionalisme, dan kualitas asesmen yang mereka lakukan.
Menurut regulasi, masa berlaku sertifikat asesor kompetensi hanya 3 tahun, sementara lisensi lembaga LSP berlaku 5 tahun. Artinya, sebelum masa berlaku habis, setiap asesor wajib mengikuti RCC agar tetap diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), lembaga negara independen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI dalam menjamin mutu sertifikasi kompetensi kerja.
Ketua Pelaksana RCC ITNY, Diah Suwarti Widyastuti, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar para asesor memahami lebih dalam kebijakan sistem sertifikasi kompetensi. Kegiatan ini diikuti sebanyak 17 orang asesor yaitu asesor dari LSP ITNY sebanyak 12 orang dan 5 peserta dari LSP SMKNas.
“Harapannya, setiap asesor dapat melakukan asesmen yang Valid, Asli, Terkini, dan Memadai. Mereka juga harus mampu merencanakan proses asesmen, melaksanakan uji kompetensi, hingga memberikan kontribusi dalam validasi asesmen,” jelas Diah.
Rektor ITNY, Dr. Ir. Setyo Pambudi, menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas asesor berbanding lurus dengan kualitas lulusan kampus.
“Ketika kemampuan para asesor baik, maka pelaksanaan uji kompetensi bagi mahasiswa juga akan maksimal. Output-nya adalah lulusan yang benar-benar teruji dan sesuai kebutuhan industri,” ungkap Setyo.
Hadirkan Master Asesor BNSP
Kegiatan RCC ITNY kali ini menghadirkan dua narasumber tingkat nasional. Mereka adalah Lead Master Asesor BNSP, Candra Irawan dan Dewi Kusuma Wardani sebagai Master Asesor BNSP.
Candra menjelaskan, melalui RCC, para asesor akan diperkaya dengan materi seputar metodologi asesmen, penyusunan instrumen uji, serta tata cara menilai kompetensi peserta uji.
“Seorang asesor harus mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi uji kompetensi sesuai standar BNSP. Hal ini sangat krusial karena LSP P1 ITNY berperan penting dalam mendukung sertifikasi profesi mahasiswa maupun tenaga kerja di berbagai bidang,” tegas Candra.
Sementara itu, Dewi menambahkan bahwa asesor LSP ITNY berasal dari berbagai program studi, mulai dari teknik konstruksi, pertambangan, mesin, elektro, hingga industri.
“Selama dua hari ini, para asesor direfresh kembali kemampuannya agar selalu siap menghadapi perkembangan kebutuhan dunia kerja,” ujar Dewi.
Peran LSP dan BNSP dalam Dunia Kerja
Sebagai catatan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan lembaga berlisensi BNSP yang bertugas menyelenggarakan uji kompetensi dan sertifikasi profesi. Di Indonesia, terdapat ratusan LSP P1 (berbasis pendidikan), LSP P2 (asosiasi/industri), dan LSP P3 (sektor khusus).
Sementara itu, BNSP adalah lembaga independen yang memiliki kewenangan penuh untuk menjamin mutu kompetensi tenaga kerja melalui sistem sertifikasi. Asesor kompetensi yang telah lulus uji dan memiliki sertifikat dari BNSP diakui secara nasional, bahkan dapat diakui di tingkat internasional melalui skema tertentu.
Dengan adanya kegiatan RCC ini, ITNY menegaskan perannya sebagai kampus vokasi yang tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada penguatan mutu sumber daya manusia. Sertifikasi yang dihasilkan LSP P1 ITNY menjadi salah satu jembatan penting bagi mahasiswa maupun tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global.
“Kalau asesornya sudah kompeten, maka asesmen bisa dipastikan berkualitas. Pada akhirnya, lulusan ITNY maupun peserta uji dari luar akan memiliki sertifikat kompetensi yang benar-benar sesuai standar industri,” jelas Diah. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: ITNY Gelar Upgrading dan RCC, Asesor LSP Perbarui Sertifikat Kompetensi Sesuai Standar BNSP
Pewarta | : A Riyadi |
Editor | : Hendarmono Al Sidarto |