Desa Purwosari, Kabupaten Blora dikenal memiliki beberapa situs sejarah dan penemuan peradaban tua. Selain Situs Sumur dan Situs Karang geneng, ada juga Situs Makam Cil ...
BLORA – Desa Purwosari, Kabupaten Blora dikenal memiliki beberapa situs sejarah dan penemuan peradaban tua. Selain Situs Sumur dan Situs Karang geneng, ada juga Situs Makam Cilik yang memiliki cerita agak berbeda yakni daerah angker.
Menyebut situs Makam Cilik, warga tampak enggan bercerita dan mengunjungi lokasi yang berada di pinggir desa tersebut agak lama. Tak heran jika lahan sekitar satu hektar tersebut tampak menyeramkan dan aura mistis cukup kental.
Surat, warga setempat menyatakan bahwa Situs Makam Cilik masuk tanah kong atau tak bertuan.

"Di sini berisi makam berusia ratusan tahun, orang tertentu dan makam anak-anak. Sudah lama tak ada aktivitas mas, sehingga kondisinya jadi tampak seram. Kalau warga enggan ke sini ya karena unsur mistis dan angker," terangnya, Rabu (1/6/2022).
Pria asli desa setempat yang kini berusia 42 tahun tersebut menambahkan bahwa, menurut penerawangan orang pintar, lokasi ini seperti kerajaan mahkluk halus atau mahkluk tak kasat mata.
"Menurut penerawangan, di sini ada rumah yang besar dan terbagi bagi, yakni tempat anak-anak, remaja, dan dewasa," imbuhnya.
Surat mengatakan warga setempat enggan datang ke tempat tersebut, karena takut mengganggu keberadaan mahkluk tak kasat mata tersebut.

"Pernah ada orang potong kayu di sini, pulangnya nampak tak wajar. Sesudah diterawang ternyata kayu yang dipotong adalah kursi singasana mahkluk ghaib. Kemudian di sebelah sana ada sungai, suatu hari dipakai anak-anak mandi. Pulangnya wajah anak-anak jadi rusak, kata penerawang tempat tersebut kolam bebek mahkluk tak kasat mata, dan anak-anak tersebut dianggap mengganggu keberadaannya," ungkapnya.
Sementara itu, Eko Arifianto selaku Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), yang ikut berkunjung ke lokasi menyatakan bahwa Makam Cilik ini ada kemungkinan bahwa dulu lokasinya adalah pemukiman kuno, karena lokasinya tak jauh dari penemuan gerabah kuno di tengah sawah.
"Informasi masyarakat akan kami lakukan penelusuran lebih lanjut, terutama berhubungan dengan sejarah desa. Kita akan koordinasi dengan dinas terkait yakni Dinporabudpar," jelasnya.
Terkait status lahan kong atau tak bertuan, Eko mengaku akan mengkoordinasikan dengan pihak pemdes dan BPN.
"Sesuai informasi masyarakat tadi, terkait kondisi (Situs Makam Cilik) tak terawat, dan angker, kami berharap kerja sama dengan tokoh dan masyarakat setempat serta organisasi peduli sejarah lokal untuk berperan dalam perawatan dan penggalian sejarah," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


